Belajar Secara Daring Terus Dikeluhkan

TELAGASARI, RAKA – Proses pembelajaran melelui ponsel nampaknya sudah mendapat keluhan dari para orangtua. Bagaimana tidak, mereka yang tidak memiliki HP merasa kerepotan, ditambah dengan pengeluaran untuk membeli kuota, hingga orangtua yang tidak paham cara mengoperasikan HP.

“Saya mah gak punya HP, mesti beli dulu HP. Sekali ada HP gak ngerti cara mengopersikannya. Di sisi lain anak saya nangis terus, katanya kalau tugas melalui HP gak dikerjakan, tidak dapat nilai. Belum lagi biaya tambahan buat beli kuota tiap minggu,” kata salahsatu orangtua siswa asal Telagasari, Julaeha.

Ia mengakui, proses pembelajaran bagi anak memang sebaiknya dilakukan di lingkungan sekolah, anak belajar di rumah justru kebanyakan main HP.
Apalagi ketika kuota penuh, anak-akan lebih asyik bermain dengan aplikasi daripada bersosialisasi atau hanya sekedar main. “Kalau tidak dipenuhi kuota, anak-akan marah-marah, karena tidak bisa mengerjakan tugas. Setelah kuota penuh, pakai youtuban,” keluhnya.

Ia mengaku pusing ketika melihat anak lebih banyak diam di rumah ketimbang main bersama temannya. Karena dikhawatirkan, keseruan anak melihat youtube, banyak video atau konten yang belum saatnya mereka tonton. Mulai dari konten kekerasan hingga konten porno.

Sementara salahsatu guru yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, di satu sisi ia harus mendampingi anaknya dalam proses belajar daring, di sisi lain ia juga harus mengawasi siswanya.

Di tengah proses pembelajaran daring ini, ia lebih banyak mengurusi siswanya ketimbang anaknya. Sementara suaminya sendiri gak bisa membantu pekerjaanya karena sibuk dengan pekerjaan. “Akhirnya anak sendiri hampir gak keurus, terus aja ngurusin siswa. Pusing saya mah, mending belajar di kelas lagi,” keluhnya. (rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *