Cerita Guru SMPN 1 Klari Dwi Wahyu Ariani

Tiga Minggu Belajar di Australia

KLARI, RAKA – Tiga minggu berada di Australia, sebuah pengalaman berharga bagi Dwi Wahyu Ariani. Selain bisa melihat indah negeri Kanguru tersebut, juga banyak ilmu yang bisa dipelajari dan diterapkan di sekolahnya tempat mengajar.
Dwi Wahyu Ariani, merupakan salah satu guru berprestasi. Guru SMPN 1 Klari, Kecamatan Klari ini sering mengikuti berbagai perlombaan dan juga pernah keluar sebagai juara. Bagi Dwi, tahun 2013 menjadi momen tidak terlupakan bagi dirinya, pada waktu itu ia berhasil menjadi juara 1 pada perlombaan guru berprestasi, kemudian perlombaan dilanjut ditingkat provinsi, ia juga kembali berhasil menyabet juara tiga. “Tentunya itu menjadi momen yang tidak pernah saya lupakan,” ucapnya, saat berbincang dengan Radar Karawang, Rabu (24/11).

Tidak sampai disitu, ia kembali mengikuti seleksi di tingkat Jawa Barat pada kegiatan West Java Teacher Adelaide Program (WJTAP) yang dilaksanakan di Australia. Guru yang memiliki ijazah S2 pendidikan ini terpilih dan berhasil terbang ke Autralia. Menurutnya, selama kegiatan di Australia segudang ilmu dan pengalaman mulai belajar keguruan di Esucation Delvelopment Center, observasi sekolah, mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan sistem pendidikan, kunjungan ke Flinders dan Adelaide University, museum Art Galery dan Perpustakaan State Library Adelaide.

Dari kegiatan yang berlangsung selama Tiga minggu ia menyimpulkan bahwa konsep atau penerapan pendidikan di Australia menekankan pada pendidikan karakter, di mana potensi atau bakat yang dimiliki setiap siswa diberikan reward dengan menghadirkan kedua orang tua siswa. “Di sini kita memahami bahwa disana tidak hanya fokus pada kapasitas intelektual, namun memberikan kesempatan siswa untuk terus berkarya sesuai potensinya masing-masing,” tambahnya.

Dwi mengaku, pengalaman yang ia dapat tersebut tentunya tidak ia sia-siakan, secara perlahan konsep pendidikan karakter terus dilakukan di SMPN 1 Klari. Tak hanya itu, ia juga terus mengasah kemampuanya dibidang teknologi. Disadari atau tidak, teknologi menjadi salah satu media pembelajaran yang tidak dapat dipungkiri. “Maka saya menekankan bahwa kita selaku guru harus menguasai berbagai aplikasi untuk media belajar siswa, sehingga kita tidak akan diperdaya oleh ketidak tahuan,” akunya.
Profesi guru, menurut Dwi, bagaikan pelayan siswa yang mampu memberikan apa yang siswa butuhkan. “Guru juga harus mampu mengelola nafsu, sehingga mampu meningkatkan kemampuan siswa sesuai minat bakatnya,” pungkasnya. (mal)