Kapok Tawuran Usai Dididik Bela Negara

DIJEMPUT: Seorang peserta penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan dijemput orangtuanya di Makodim 0604 Karawang, kemarin. Dia bersama ratusan orang lainnya dididik selama satu pekan.

KARAWANG, RAKA – Seratus pelajar SMP, SMA, SMK dikirim sekolah ke Makodim 0604 Karawang karena dianggap rentan terlibat dalam aksi tawuran. Usai dididik kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan selama sepekan, mereka pun dijemput oleh orangtua dan para guru. Isak tangis pun pecah. Mereka mengaku kapok tawuran. Berjanji tidak akan menyusahkan orangtua.
Sarinu, wali murid Rahmat Fauzi dari SMK Teknologi terlihat sedih saat menghampiri adiknya yang telah mengikuti penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan. Ia mengaku senang dan bangga karena adiknya mengikuti kegiatan dan pembelajaran tersebut. “Semoga lebih disiplin dan lebih soleh. Sebelumnya juga baik cuma mudah-mudahan lebih disiplin lagi semuanya,” ujar Sarinu saat menjemput adiknya.

Rahmat Fauzi sendiri mengaku beruntung karena dirinya bisa mengikuti program pendidikan bersama para TNI dan Polri selama satu pekan kemarin. Pembelajaran yang didapatkan selama satu pekan itu, yaitu rasa tanggung jawab, kedisiplinan dan percaya satu sama lain. “Ini akan saya aplikasikan kepada teman di sekolah. Pengalaman satu minggu ini luar biasa,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Zulfikar Hidayatullah dari SMK Sunan Gunung Jati mengatakan, setelah mengikuti penataran selama satu pekan, ia berjanji tidak akan melakukan hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Ia mengaku diikutsertakan sebagai peserta pada penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan ini bukan karena keterlibatannya pada aksi tawuran beberapa waktu. “Tidak tahu. Saya ikutan karena dikirimkan oleh sekolah,” ujarnya.

Namun demikian, Zulfikar mengakui bahwa sebelumnya ia pernah beberapa kali terlibat tawuran sejak masih duduk di bangku SMP. Setelah mengikuti program selama satu pekan ini, ia berjanji tidak akan lagi mengulangi tindakan kenakalannya. Baik tawuran atau bolos sekolah. “Siap tidak akan lagi tawuran karena kasihan orangtua,” akunya.

Bahkan, setelah menjadi peserta penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan ini, dia juga tidak akan segan untuk membubarkan tempat tongkrongan para pelajar jika hendak tawuran. Karena berdasarkan pengalamannya, tawuran terjadi karena ketika hendak pulang sekolah dihalangi dan diajak oleh senior. “Siap saya berani bubarkan tempat nongkrongnya tapi tidak akan pakai cara kekerasan,” tegasnya.

Kepala SMPN 1 Jayakerta Engkus Sutisna yang juga menghadiri acara penutupan tersebut mengatakan, pihaknya mengirimkan dua orang siswanya sebagai peserta dalam program penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di Makodim 0604 Karawang. Dia mengatakan, keikutsertaan siswanya bukan karena terlibat tawuran. Melainkan untuk pencegahan agar tidak terjadi tawuran pelajar yang melibatkan sekolahnya.
“Dari dua orang peserta ini diharapkan bisa mengimbaskan kepada temannya di sekolah. Mereka juga nanti akan dilibatkan dalam satgas pelajar,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hario Wibowo menuturkan, hasil penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan bagi para pelajar SMP, SMA dan SMK telah ditutup dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Karena setelah mengikuti penataran selama satu pekan ini, sudah ada perubahan karakter dan juga tingkat kedisiplinan yang dilihat dari berbagai kegiatan selama satu pekan. “Kalau saya simpulkan ade-ade kita ini kemarin hanya karena terpengaruh ajakan rekan, senior atau alumni yang negatif. Namun setelah diisi dengan kegiatan yang positif, baik secara mental, spiritual dan rohani dan kegiatan kedisiplinan Alhamdulillah ada perubahan. Ini membuktikan bahwa generasi muda membutuhkan sosok keteladanan yang positif. Baik di rumah, sekolah atau lingkungan pergaulannya,” tutur Dandim 0604 Karawang.

Menurut Medi, pembinaan dan pengawasan terhadap para pelajar ini merupakan tanggung jawab bersama. Baik itu dari orangtua, pihak sekolah dan pihak-pihak lain, agar generasi muda di Karawang tidak kehilangan arah sehingga terpengaruh ajakan negatif. Dikatakan Medi, dari 100 peserta yang terdiri dari 35 sekolah ini dididik dan dibina oleh 50 orang personel sebagai instruktur, pelatih dan pendukung yang melibatkan Satpol PP, Dinkes, MUI, FKUB, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya yang memberikan materi. Adapun materi yang diberikan selama satu pekan kemarin diantaranya materi bersifat fisik, non fisik seperti pengetahuan tentang hukum pidana, bahaya narkoba, bahaya kekerasan, seksual dan juga materi dari MUI serta FKUB. “Ada juga materi tambahan yaitu pemberian materi keterampilan,” ujarnya.

Medi juga menambahkan, berdasarkan masukan dari para kepala sekolah dan hasil koordinasi muspida, penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan ini tidak hanya dilaksanakan pada saat ini saja. Tetapi juga berkelanjutan dan akan diadakan untuk siswa-siswa berprestasi dengan waktu yang lebih singkat. “Tahun ini khusus yang dalam tanda kutip catatan dari sekolah. Insya Allah berkelanjutan dan masukan dari para kepsek untuk dilaksanakan bagi siswa beprestasi seperti OSIS. Untuk peserta saat ini 100 orang yang dipilih oleh sekolah. Kita hanya menerima peserta. Datanya di Disdik dan KCD,” pungkasnya. (nce)