Mahasiswa KKN Unsika ajak Senam Nifas Kader Kesehatan Desa Talagasari

SOSIALISASI: Mahasiswa sosialisasikan senam nifas di Desa Talagasari senam nifas.

TELAGASARI, RAKA- Mahasiswa KKN unsika di Desa Talagasari ajak ibu-ibu kader posyandu, pos kb, dan ibu PKK yang ada di Kecamatan Telagasari untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan bimbingan senam Nifas. Ada sekitar 104 orang yang mengikuti sosialisasi dan bimbingan Senam Nifas, diantaranya sekitar 30 orang berasal dari Desa Talagasari.

Seperti yang dikatakan Ketua Kelompok KKN senam Nifas Unsika, Raka Adhitya mengatakan bahwa Tujuan digelarnya sosialisasi dan bimbingan senam nifas yaitu untuk memberikan edukasi dan bimbingan kepada ibu-ibu kader sehingga dapat melanjutkan sosialisasi dan bimbingan melalui pendekatan keluarga. Harapannya para ibu nifas dapat mengenal apa itu senam nifas dan mengetahui secara detail cara melakukan senam nifas dengan benar. “Karena tidak semua ibu setelah melahirkan mengetahui bahwa ada senam nifas yang berfungsi untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan dan mengembalikan kekuatan otot-otot badan terutama pada rahim, vagina, dan kandung kemih, ” Katanya kepada Radar Karawang, Senin (22/11).

Raka pun menambahkan Dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan senam nifas menggunakan pendekatan keluarga ini, disampaikan pemaparan materi mengenai senam nifas itu sendiri kepada ibu-ibu kader desa Talagasari. ” Selain melakukan pemaparan materi, ibu-ibu kader melakukan praktek senam nifas yang dibimbing oleh DPL kami yaitu Ibu Oon Sopiah, S.SiT., M.Kes di Aula Kecamatan Telagasari agar ibu-ibu kader lebih mengerti dan bisa mengajarkan lagi kepada keluarga ataupun ibu-ibu nifas khususnya yang ada di desa Talagasari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Talagasari, Edi Sopyan mengungkapkan bahwa Kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN Unsika 2021 merupakan hal yang positif dan bermanfaat bagi warga Talagasari. ” Selain itu kegiatan ini juga dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui keadaan dilapangan agar nantinya mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengalaman,” Ujar Kepala Desa.

Ditempat yang sama, salah satu ibu kader yang mengikuti sosialisasi dan bimbingan senam nifas, Cucun sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNSIKA. Kegiatan ini dirasa sangat menarik dan bermanfaat terkhusus kepada ibu-ibu kader, karena dengan diadakannya kegiatan ini ibu-ibu kader menjadi lebih paham tentang bagaimana tata cara melakukan senam nifas yang baik dan benar. ” Selain itu, terdapat kegiatan lainnya seperti penanaman tanaman obat keluarga, tentang cara mencuci tangan menurut WHO dan cara minum obat yang baik dan benar, membuat gerakan senam aerobik, pembuatan poster gerakan senam nifas beserta manfaatnya, pembuatan handsanitizer, pembuatan materi UMKM, pembuatan matras untuk senam nifas, dan pembuatan banner senam nifas yang tentunya semua itu sangat berguna untuk warga desa Talagasari,” ungkapnya.

Diwaktu yang sama Dosen Pembimbing Lapangan KKN senam Nifas Unsika , Oon Sopiah , S.SIT,M.Kes menuturkan bahwa Kegiatan Sosialisasi dan bimbingan senam nifas yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Integratif UNSIKA terhadap Kader Kesehatan yang ada di Desa sangatlah bagus. Selaruh kader dan aparatur pemerintahan Desa sangat berantusias dengan kegiatan tersebut, walaupun masih di masa Pandemi Covid-19. ” Kegiatan ini sangat penting sekali karena bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sehingga dapat disoasialisasikan kepada keluarga ibu nifas dan masyarakat. Selanjutnya kader dapat membimbing ibu nifas secara langsung bagaimana melakukan senam nifas yang tentunya bermanfaat untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu nifas khususnya alat reproduksinya,” tutur perempuan berjilbab ini.

Oon Sopiah pun menjelaskan , program ini secara tidak langsung akan membantu percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Kegiatan ini membuktikan bahwa Mahasiswa KKN memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan reproduksi wanita, sehingga dengan berbagai kreativitas dan inovasinya mampu berperan serta di bidang kesehatan. ” Semoga kedepannya walaupun memilki bidang ilmu yang beragam, mereka tetap bisa berkontribusi di bidang kesehatan,” tandasnya. (cr8)