Mahasiswa UPI Dilatih Digital Marketing

PELATIHAN: Peserta mengikuti webinar tentang digital marketing secara virtual. Setelah kegiatan, peserta akan dilakukan pendampingan untuk mengembangkan usaha secara digital.

Kembangkan Usaha di Usia Muda

PURWAKARTA, RAKA- Mahasiswa Univiersitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta dilatih pengembangan digital marketing secara virtual. Panitia kegiatan Syifaul Fuada mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) UPI Kampus di Cibiru dan UPI Kampus Purwakarta. “Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat prodi RPL Cibiru bekerja sama dengan Program Studi Teknik Komputer (Tekkom) UPI Kampus di Cibiru, Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus di Cibiru, dan Program Studi Sistem Telekomunikasi (Sistel) Kampus UPI di Purwakarta,” katanya.

Dosen Prodi S1 Sistem Telekomunikasi UPI Kampus Purwakarta ini melanjutkan, kegiatan diikuti 60 peserta, terdiri atas mahasiswa yang telah menjalankan bisnis dan umum dari kalangan pemula. Setelah kegiatan ini, akan dilanjutkan dengan pendampingan bagi para peserta webinar oleh anggota pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selama tiga minggu. “Pendampingan pembuatan marketplace, optimasi Instagram, dan pembuatan Linktree untuk mengaitkan marketplace yang sudah dibuat dengan website, youtube channel, kontak WhatsApp, dan alamat Google Map. Linktree akan dibuat berbasis HTML,” terangnya.

Salah seorang pemateri wirausahawan brand Gomuda Abdurrahim mengatakan, UMKM memiliki peran terhadap GDP Indonesia. Terdapat banyak E-Commerce, seperti Shoope, Tokopedia, Bukalapak, Lazada yang dapat dimanfaatkan fitur-fiturnya untuk mendukung bisnis. Dipilih keempat tersebut kaerna menurut data merupakan empat besar marketplace berdasarkan data iPrice pada Q2 2021 dengan parameter jumlah pengunjung bulanan, jumlah karyawan, rangking Appstore, rangking Playstore. “Diusahakan memiliki banyak akun marketplace, agar terlihat professional, website ada, shoope ada, Lazada ada, Instagram ada. Jangan kesampingkan lainnya. Kuncinya perlu dukungan pegawai yang banyak karena mengelola banyak jenis marketplace,” katanya.

Diteruskannya, perbedaan fitur seller keempat marketplace tersebut dalam hal level seller, fitur promosi, pencairan dana, dan metode pembayaran. Kesamaannya adalah gratis pendaftaran. Tips dan trik menjual produk di marketplace juga diberikan Abdurrahim, diantaranya produk harus ready stock, quality control terjaga, packaging rapi dan nyaman, serta usahakan ada ucapan terimaksih berupa kartu untuk menambah kesan positif dan branding. “Boleh diberikan voucher atau sticker. Pastikan pelayanannya baik seperti respon cepat, packaging yang bagus, pengiriman cepat, penanganan komplain yang solutif, serta pastikan ulasan pembeli diperiksa secara berkala dimana paling tidak mendapatkan minimal bintang empat,” pungkasnya. (asy)