Rintis Teater Unsika

AKSI RINTIS TEATER UNSIKA: Sejumlah kegiatan dan aksi anggota Rintis Teater Unsika.

KARAWANG, RAKA – Menjadi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) rasanya kurang afdol kalau tidak berkecimpung di dunia teater. Sebab itulah mahasiswa PBSI punya sebuah unit kegiatan mahasiswa bernama Rintis Teater untuk mewadahi bakat mereka. “Tujuannya untuk menampung, menumbuhkan, dan mengembangkan minat dan bakat mahasiswa PBSI Unsika,” terang ketua Rintis Teater Dewi Murni, Kamis (26/3).

Rintis Teater sendiri terbentuk pada bulan Mei 2017 silam sebagai upaya membangkitkan kembali UKM di PBSI yang dulu sempat ada. Penggunaan nama Rintis sendiri sebab saat itu memang UKM ini baru dibentuk, namun dalam perjalanan proses kreatifnya mereka selalu berpegang pada slogan meretas, merintas, dan meruntas. Eksistensi Rintis Teater sampai saat ini tentunya tak lepas dari keinginan dan motivasi yang besar dari mahasiswa PBSI.

Dewi menuturkan setiap pekan Rintis Teater selalu berlatih, baik itu mengolah tubuh, pikir, maupun vokal dan latihan lainnya. Mereka juga rajin mengadakan Mosaik, program literasi mereka untuk tadarus buku dan mendiskusikannya. Tentunya juga mereka mengadakan pementasan drama dalam berbagai kesempatan. “Harapannya kedepan semoga bisa terus menampung dan mengembangkan segala bakat dan minat mahasiswa PBSI yang memiliki konsistensi tinggi dengan inovatif dan kreatif,” ucap Dewi.

Salah satu anggota Rintis Teater Muhammad Fakhruzzahid (21) telah bergabung sejak 2018 lalu. Saat itu ia merasa masih kurang dalam bidang sastra. tahun 2017 ia menjadi penonton pertama Rintis dan langsung tertarik, meski baru punya keberanian untuk bergabung di tahun berikutnya. Baginya, secara teoritis mungkin ia bisa paham dan sadar akan dunia teater Indonesia. Namun secara praktis, Rintis Teater mengubah mentalnya dari sedikit pendiam dan tidak pede menjadi lebih percaya diri. “Karena ikut Rintis, saya mulai terbiasa melihat sekeliling diri dan terbuka pada setiap hal,” ujarnya. (Din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *