Sekolah Masih Daring, Siswa SMK Muhammadiyah 1 Cikampek ‘Ngoprek’ Mesin Motor

Perbaiki motor rusak

KOTABARU, RAKA – Lama tidak melakukan aktifitas sekolah rupanya mampu melatih kemampuan anak untuk berkreatifitas, hal itu untuk mengisi kekosongan waktu belajar.

Salah satu siswa SMK Muhammadiyyah 1 Cikampek Riko Saputra, warga Desa Wancimekar mengatakan, siapa yang tidak merasakan bosan dan jenuh saat kegiatan sekolah selama satu tahun lebih tidak dilakukan secara tatap muka, kegiatan siswa di rumah semakin tidak produktif dan menghabiskan waktunya dengan bermain game. “Yang ada malah ngabisin kuota buat maen game. Sekolah dan libur malah lebih boros libur sekolah,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Sabtu (29/5)

Ia menambahkan, untuk siswa kelas XII di sekolah kejuruan sedikit banyaknya memiliki aktifitas lebih seperti ujian praktik, serta pembekalan yang berkaitan dengan teknis, namun untuk kelas X dan XI hanyak melakukan kegiatan belajar daring seperti biasanya. Ia mengaku, untuk mengisi kebosanan selama daring, berbagai kegiatan dilakukan oleh siswa seperti bekerja dalam bidang kerajinan konveksi topi, dengan begitu ia bisa menambah uang sakunya untuk keperluan sehari-hari. “Daripada harus ngandelin orang tua terus ya kasihan, apalagi sudah besar gini, pastinya malu,” akunya.

Selain kerajinan konveksi, kadang ia mengisi waktu luangnya untuk belajar di bidang otomotif bersama teman-temannya. Tentunya hal itu juga sebagai cara untuk menambah wawasan serta pembekalan dalam menghadapi pelajaran sekolah. “Karena kegiatan praktik di sekolah dibatasi, makanya kita harus berinisiatif untuk belajar di luar rumah, sekaligus menyalurkan hobi kita yang sehari-hari ngoprek motor,” pungkasnya. (mal)