GERBANG SEKOLAH

Guru Bahasa Arab Al Irsyad Ditempa Menjadi Trainer Mustaqili

Guru Kurkhas Al Irsyad saat berpraktik mengajar metode Mustaqili, Kamis (19/5) di Aula SMA IT.

KARAWANG, RAKA- Merespons pentingnya keterampilan berbahasa Arab dalam dunia pendidikan secara berkelanjutan, Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang menguatkan program pendidikan Bahasa Arab dengan menempa para guru yang mengajar kurikulum khas Al Irsyad. Salah satunya dengan diberikannya fasilitas istimewa untuk menjadi Trainer Mustaqili, bekerja sama dengan Mustaqili Arabic Center.

Para guru Kurikulum Khas Al Irsyad yang terdiri atas guru Bahasa Arab, guru PAI, dan guru Alquran dari unit TKIT, SDIT, SMPIT, hingga SMAIT ditempa untuk menjadi trainer andal dalam mengajarkan Bahasa Arab. Para guru Kurkhas Al Irsyad mengikuti TFT (Training For Trainer) selama empat hari berturut-turut di aula SMA IT dari 18 sampai 21 Mei 2022.
Program TFT tersebut menjadi ajang pelatihan transfer metode pengajaran Mustaqilli for Kids yang menjadi tahapan penting untuk seorang pengajar atau guru. Acara TFT ini jelas menjadi perencanaan strategis dari Ka Biro Kurikulum Khas yang dinaungi Ustadz Rahmat Hidayat.

Menurutnya, melalui pelatihan ini para guru Kurkhas Al Irsyad akan mampu menerapkan metodologi pengajaran sesuai dengan arahan dan gaya penyampaian metode Mustaqilli. Alhasil, hal ini tentu akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap proses pembelajaran yang menyenangkan bagi para santri Al Irsyad.

Para guru Kurkhas mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias dan penuh sukacita. Mereka ditempa dalam menjiwai metode, fokus pengajaran bahasa, mentalitas di kelas, dan penguasaan kelas yang menyenangkan. Spesialnya, mereka akan diberikan sertifikat keikutsertaan pelatihan TFT metode Mustaqilli, sertifikat kelulusan (hasil seleksi penilaian oleh penulis), dan dibimbing langsung oleh penulis metode Mustaqilli dan konsultasi setiap saat, yakni oleh KH. Agus Shohib Khoirani.

Pengakuan dunia atas metode Mustaqili salah satunya disampaikan Syekh Dr. Basyiiri Abdul Mu’thy, pakar Bahasa Arab dari Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Menurutnya, buku Mustaqili tersebut menjadi yang paling mudah dipahami meski ditulis oleh seorang yang bukan Arab. Tidak hanya sebatas pada dunia pendidikan formal dan pesantren saja, tetapi masyarakat umum dari berbagai kalangan juga menyambutnya dengan sangat baik. Tak heran, hal ini menjadikan Al Irsyad begitu sigap dalam merespons dinamika akselerasi pendidikan Bahasa Arab di seluruh unit sekolahnya secara berkelanjutan. Mata pelajaran bahasa Arab menjadi salah satu program unggulan dari Kurikulum Khas Al Irsyad.

Dikutip dari prolog Mustaqili, titik tekan pengembangan Mustaqilli for Kids adalah penyempurnaan dalam penguatan tata bahasa Arab, pendalaman dan perluasan materi berbahasa Arab sesuai dengan kadar kemampuan ataupun maharah anak dalam berbahasa Arab sebelumnya. Pengembangan Mustaqilli for Kids dilaksanakan atas dasar sasaran dan target utama, yakni kemahiran dalam menulis (kitabah), membaca (qiroah), berbicara (kalam/muhadatsah), mendengar (istima’) sesuai dengan kadarnya. “Alhamdulillah selama empat hari para guru Kurkhas Al Irsyad sudah ikuti rangkaian kegiatan dengan sangat baik. Mereka sangat cepat dalam belajar dan beradaptasi dengan metode Mustaqili. Itu terlihat dari keceriaan saat simulasi mengajar dengan metode mustaqili untuk jenjang/tingkatan yang akan mereka ajarkan,” Ujar Ka Biro Kurikulum Khas Ustadz Rahmat Hidayat.

Menurutnya, para guru Kurkhas didukung penuh oleh lembaga agar senantiasa terus berkembang dan mampu menjadi pionir terdepan dalam pembelajaran adab, khususnya pendidikan Bahasa Arab. Hal ini diberikan agar para santri Al Irsyad merasakan pembelajaran yang semakin menyenangkan dan memudahkan bagi santri Al Irsyad yang akan melanjutkan pendidikan di Timur Tengah.
Hal ini tak terlepas dari komitmen bersama di seluruh lajnah pendidikan dan pengajaran Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang (unit TKIT, SDIT, SMPIT, hingga SMA-IT) untuk menciptakan kesan bahwa belajar itu menyenangkan. “Pembelajaran bahasa Arab menyenangkan, bagi siswa, belajar bahasa Arab menyenangkan, bagi guru, mengajar bahasa Arab menyenangkan,” pungkas Ustadz Rahmat. (rls)

Related Articles

Back to top button