Purwakarta
Trending

Guru SDN 1 Cisalada Lelet Masuk Kelas

Disdik Langsung Evaluasi Kinerja

PURWAKARTA, RAKA – Temuan tidak adanya guru di SDN 1 Cisalada, Kecamatan Jatiluhur, pada pagi hari menjadi pemicu evaluasi menyeluruh di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta.

Peristiwa tersebut terjadi saat Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein melakukan kunjungan langsung ke sekolah pada awal jam masuk belajar, Jum’at (23/1).

Om Zein tiba di SDN 1 Cisalada sekitar pukul 06.50 WIB. Kedatangannya dilakukan sejak subuh dengan didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan, dengan tujuan membagikan sepatu kepada para siswa sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Namun, hingga mendekati pukul 07.00 WIB, tidak satu pun guru terlihat hadir di sekolah tersebut. Saat itu, hanya penjaga sekolah yang berada di lokasi.

Kondisi tersebut membuat Om Zein menyayangkan lemahnya kedisiplinan aparatur pendidikan. Ia menilai kehadiran guru sebelum jam pelajaran dimulai merupakan hal mendasar yang tidak bisa ditawar karena berkaitan langsung dengan hak siswa.

Buntut dari kejadian tersebut, Disdik Kabupaten Purwakarta buru-buru melakukan pembinaan internal. Kepala Disdik Purwakarta, Sadiyah, memimpin langsung agenda evaluasi dengan memanggil pengawas sekolah dan kepala sekolah terkait untuk dimintai klarifikasi sekaligus diberikan arahan tegas.

Menurut Sadiyah, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga mutu pelayanan pendidikan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengambil langkah cepat untuk memperbaiki tata kelola sekolah. Disiplin menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan pendidikan yang layak kepada masyarakat,” ujar Sadiyah, Jumat (23/1).

Ia menegaskan bahwa kejadian yang terungkap saat kunjungan bupati tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut pelayanan dasar bagi siswa. Disdik pun mengeluarkan instruksi agar guru dan kepala sekolah hadir lebih awal, bahkan sebelum lonceng pembelajaran berbunyi.

Sadiyah menilai keterlambatan guru dapat membuka celah pengawasan dan berdampak pada keamanan serta kenyamanan peserta didik. Oleh karena itu, keteladanan tenaga pendidik dinilai sangat penting dalam membangun karakter siswa.

“Pelayanan kepada siswa tidak bisa menunggu. Guru dan kepala sekolah wajib hadir lebih awal untuk memastikan lingkungan sekolah siap sebelum pembelajaran dimulai,” katanya.

Selain fokus pada sekolah, evaluasi juga diperluas ke internal Disdik. Sadiyah menekankan bahwa kedisiplinan merupakan tanggung jawab kolektif, mulai dari pejabat struktural, staf, hingga pengawas lapangan. Evaluasi kinerja secara berkala akan dilakukan guna memperkuat sistem pengawasan.

Disdik Purwakarta berharap pembinaan intensif ini dapat menjadi titik balik dalam meningkatkan profesionalisme aparatur pendidikan. Dengan penguatan disiplin dan akuntabilitas, pelayanan pendidikan diharapkan kembali berjalan optimal serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi sekolah di Kabupaten Purwakarta. (yat)

Related Articles

Back to top button