
Radarkarawang.id– Antusias sambut sekolah rakyat di Karawang. Harapan warga Karawang pada sekolah sakyat: Solusi pendidikan berkualitas bagi keluarga kurang mampu.
Rencana pemerintah membangun sekolah rakyat di Kabupaten Karawang sudah masyarakat tunggu. Mereka berharap, program ini segera berjalan di Karawang.
Proses pembangunan sekolah rakyat di Karawang rencananya akan mulai pada 2027 mendatang. Namun, proses belajar bisa mulai lebih awal.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karawang mulai matangkan menyusul kunjungan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf ke Karawang, Kamis (26/2) lalu.
Target pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini akan mulai pembangunan pada 2027 mendatang dengan persiapan lahan yang luasnya hampir 8 hektare.
“Kami menunggu realisasi sekolah rakyat di Karawang. Saya melihat, di daerah sangat bagus,” kata warga Karawang, Canih (47), Kamis (5/3).
Menurutnya, sekolah rakyat bisa membantu masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi untuk mengakses pendidikan yang berkualitas, sehingga tarap pendidikan terangkat.
“Tentunya saya sangat tertarik dengan sekolah ini. Kalau ada kesempatan, anak saya akan saya masukan ke sekolah rakyat,” harap Canih.
Baca Juga: Underpass Warungbambu Karawang Macet Akibat Pak Ogah, Satpol PP Siap Tertibkan
Sebelumnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Sosial terkait kesiapan lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat.
Bahkan, Mensos menyarankan lahannya minimal seluas 7,5 hektare agar fasilitas sekolah lebih representatif, termasuk area terbuka dan sarana pendukung lainnya.
“Alhamdulillah, tadi Pak Menteri menyampaikan agar disiapkan sekitar 7,5 hektare atau hampir 8 hektare supaya lebih luas dan memadai. Insya Allah target pembangunan fisiknya pada 2027,”katanya.
Meski pembangunan permanen rencananya dua tahun mendatang, sambungnya, Pemkab Karawang mendapat kesempatan untuk memulai kegiatan belajar lebih awal melalui skema sekolah reguler sementara.
Menurut Aep, Menteri Sosial bersama jajaran Direktorat Jenderal akan melakukan pengecekan terhadap Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sekaligus melihat kelayakan.
Rusunawa ini berpotensi sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar siswa. “Nanti akan cek terlebih dahulu Rusunawanya,” kata Bupati Aep Syaepuloh.
“Kalau layak dan positif, bisa langsung mulai dengan kuota sekitar 100 siswa pada 2026,” tambah Aep Syaepuloh, menjelaskan potensi Rusunawa.
Setelah itu, sambungnya, pada 2027 pindah ke gedung Sekolah Rakyat yang sudah baru. Aep pun berharap, rencana tersebut dapat berjalan lancar sehingga akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya dari keluarga kurang mampu, semakin terbuka luas di Kabupaten Karawang.(zal/asy)



