Purwakarta
Trending

Harga Daging Sapi Naik Rp 15 Ribu Per Kilo

PURWAKARTA, RAKA – Kenaikan harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta, terus memicu keluhan. Tak hanya memberatkan pembeli, lonjakan harga juga membuat para pedagang tertekan karena penjualan kian sepi. Bahkan, sejumlah pedagang mengancam akan mogok berjualan jika kondisi ini terus berlanjut.

Pantauan di Pasar Rebo, Jalan Terusan Kapten Halim, Purwakarta, Selasa (27/1) harga daging sapi lokal mengalami kenaikan signifikan sejak Desember lalu. Jika sebelumnya daging sapi dijual di kisaran Rp120 ribu per kilogram, kini harganya merangkak naik hingga Rp135 ribu per kilogram.

Para pedagang mengaku kenaikan harga terjadi dari tingkat distributor dan tempat pemotongan hewan. Kondisi tersebut membuat mereka tidak memiliki pilihan selain ikut menaikkan harga jual di pasar.

Apong, salah seorang pedagang daging sapi, mengatakan kenaikan harga sangat berdampak pada penurunan jumlah pembeli. Ia menyebut, dalam beberapa hari terakhir lapaknya lebih sering sepi dibandingkan ramai.

“Sekarang pembeli jauh berkurang. Harga dari pemotongan sudah naik, kami terpaksa ikut naikkan. Kalau terus begini dan harga tidak stabil, kami bisa mogok jualan,” ujar Apong.

Ia menambahkan, pedagang berada dalam posisi serba sulit. Di satu sisi harus menyesuaikan harga dengan modal yang dikeluarkan, namun di sisi lain daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Para pedagang sendiri mengakui harga daging sapi di tingkat pemotongan hewan telah mengalami kenaikan cukup lama. Namun mereka menilai, kenaikan harga jual di pasar tidak bisa dilakukan terlalu tinggi karena daya beli masyarakat masih terbatas.

Jika situasi ini terus berlangsung, pedagang memperkirakan harga daging sapi akan kembali mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin menekan pedagang kecil dan masyarakat sebagai konsumen akhir.

Keluhan serupa juga datang dari pembeli. Entin, salah seorang warga yang berbelanja daging sapi di Pasar Rebo, mengaku kenaikan harga sangat memberatkan, terutama bagi pelaku usaha makanan.

“Harganya sekarang mahal. Kalau beli buat masakan jadi, kami juga terpaksa naikkan harga jual. Akhirnya sering diprotes pelanggan,” kata Entin.

Menurut pembeli, kenaikan harga daging sapi memicu efek berantai. Selain menambah beban belanja rumah tangga, kondisi ini juga berdampak pada usaha kecil yang bergantung pada bahan baku daging sapi. (yat)

Related Articles

Back to top button