
PURWAKARTA,RAKA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai berjalan di Kabupaten Purwakarta. Di tengah dimulainya tahapan penerimaan siswa baru tersebut, SDN 5 Ciseureuh menjadi salah satu sekolah yang menunjukkan pelaksanaan SPMB berlangsung tertib, lancar, dan kondusif.
Pada tahap awal, SPMB dibuka melalui jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas. Pendaftaran jalur afirmasi sendiri berlangsung mulai 18 hingga 20 Mei 2026.
Hingga hari kedua pelaksanaan, SDN 5 Ciseureuh tercatat telah menerima delapan calon peserta didik melalui jalur afirmasi. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan dasar yang lebih merata dan inklusif.
Kepala SDN 5 Ciseureuh, Eno Rosanah, mengatakan seluruh jajaran sekolah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para orang tua maupun wali murid yang datang mendaftarkan anaknya.
Menurutnya, proses penerimaan tidak hanya sekadar administrasi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang adil bagi seluruh anak usia sekolah.
“Saya dan semua guru berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada orang tua maupun wali yang mendaftarkan anaknya di sekolah kami termasuk mereka yang mendaftar dari jalur afirmasi. Hal ini sekaligus mendukung pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang merata dan adil bagi seluruh anak usia sekolah,” ujar Eno, Selasa (19/5).
Ia menambahkan, pelaksanaan SPMB di sekolahnya sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihak sekolah juga terus memastikan seluruh proses berlangsung nyaman dan transparan bagi masyarakat.
Jalur afirmasi dalam pelaksanaan SPMB 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membuka kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta sebelumnya telah resmi membuka pelaksanaan SPMB SD Tahun Ajaran 2026/2027 sejak Senin (18/5). Dinas Pendidikan Purwakarta juga memperkuat sosialisasi dan pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari sekolah, desa, kecamatan, hingga organisasi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan agar proses penerimaan murid baru berjalan transparan, objektif, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.
Diharapkan, pelaksanaan SPMB tahun ini tidak hanya berjalan lancar secara administratif, tetapi juga mampu menjadi pintu awal lahirnya generasi pelajar Purwakarta yang unggul dan berprestasi. (yat)



