
PURWAKARTA, RAKA – Kabupaten Purwakarta mencatat capaian positif dalam sektor ketahanan pangan sepanjang 2025. Produksi beras daerah ini mengalami peningkatan signifikan dan mencatat surplus puluhan ribu ton, sekaligus memperkuat kontribusi Purwakarta dalam program swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, mengatakan luas panen padi sepanjang 2025 mencapai 42.754 hektar. Dari luas tersebut, produksi gabah kering giling tercatat sebesar 293.111 ton atau setara dengan 180.400 ton beras.
“Alhamdulillah, untuk ketahanan pangan khususnya beras di tahun 2025, kita mencapai luas panen 42.754 hektar dengan produksi setara beras 180.400 ton, sehingga terjadi surplus sekitar 60.400 ton,” ujar Hadyanto, Senin (19/1).
Ia menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, luas panen padi di Purwakarta tercatat sebesar 40.957 hektar dengan produksi gabah kering giling mencapai 265.893 ton, atau setara 170.464 ton beras.
Menurut Hadyanto, peningkatan produksi ini membuat Purwakarta turut berkontribusi dalam pencapaian swasembada pangan nasional yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu di Kabupaten Karawang.
“Dengan capaian ini, Purwakarta ikut andil dalam swasembada pangan nasional. Alhamdulillah, kita bisa berkontribusi,” katanya.
Lebih lanjut, Hadyanto mengungkapkan sejumlah faktor kunci yang mendorong peningkatan produksi pada 2025. Salah satunya adalah optimalisasi seluruh lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk ditanami.
“Kita mengupayakan semua lahan yang bisa ditanami untuk benar-benar ditanami, sehingga tercapai luas tambah tanam,” jelasnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang relatif baik sepanjang tahun juga menjadi faktor pendukung. Ia menambahkan, dukungan sarana dan prasarana pertanian dari pemerintah pusat turut berperan besar dalam meningkatkan produktivitas petani.
“Bantuan dari kementerian, baik alat mesin pertanian maupun sarana pendukung lainnya, sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Koordinasi lintas sektor juga disebut menjadi kunci keberhasilan. Dispangtan Purwakarta, kata Hadyanto, bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dalam memastikan sistem irigasi berjalan optimal.
“Kami berkoordinasi dengan PUTR terkait perbaikan irigasi tersier dan sekunder dari hulu sampai hilir. Alhamdulillah, meskipun curah hujan tinggi, tidak ada laporan sawah yang mengalami kebanjiran,” tuturnya.
Memasuki 2026, Pemkab Purwakarta menargetkan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut. Hadyanto menegaskan pola yang diterapkan tahun ini akan dilanjutkan dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Untuk 2026, polanya hampir sama. Kita berupaya mempertahankan capaian ini agar tidak menurun, dengan melibatkan penyuluh, UPTD, dinas, hingga masyarakat. Minimal capaiannya sama, syukur-syukur bisa meningkat,” pungkasnya. (yat)



