Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
HEADLINE
Trending

600 Hektare Sawah Pakisjaya Kekeringan, Petani Minta Tolong

KARAWANG, RAKA – Kekeringan melanda lahan pertanian di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Kondisi tersebut membuat sekitar 600 hektare lahan pertanian terdampak dan petani khawatir tidak dapat memasuki masa tanam maupun panen.

Salah satu petani di Kecamatan Pakisjaya, Muhamad Rizal Arrizqi, menyampaikan keluhan tersebut melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Pekerjaan Umum, serta Menteri Pertanian. Rizal meminta pemerintah melihat langsung kondisi lahan pertanian di wilayah Pakisjaya yang telah mengalami kekeringan selama hampir tiga bulan.

“Pak, tolong lihat kondisi petani yang ada di wilayah Kecamatan Pakisjaya. Kami di sini mayoritas 100 persen petani. Dampaknya hampir 90 persen,” katanya.

Menurutnya, kekeringan telah berdampak terhadap sekitar 600 hektare lahan pertanian. Kondisi tersebut membuat petani bukan hanya kesulitan memulai masa tanam, tetapi juga terancam tidak dapat menikmati hasil panen pada musim berikutnya.

“Kurang lebih 600 hektare pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Pakisjaya dalam keadaan kekeringan. Jangankan untuk masa tanam, jangan mengharap juga untuk masa panen yang akan datang,” terangnya.

Rizal berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat turun langsung melihat kondisi di lapangan dan segera mencari solusi agar pasokan air kembali mengalir ke area persawahan.

“Hampir 600 hektare lebih kami kekeringan. Hampir tiga bulan kami menunggu datangnya air. Kami mohon bantuannya kepada Bapak Gubernur, Menteri PU dan Menteri Pertanian untuk dapat menangani wilayah kami,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rochman, menjelaskan kekeringan di wilayah Pakisjaya berkaitan dengan kondisi saluran air. Menurutnya, terdapat pendangkalan dan sumbatan pada saluran, ditambah adanya pembukaan pintu air yang tidak resmi sehingga aliran air tidak sampai ke wilayah Pakisjaya.

“Kalau cuaca panas memang air tidak sampai. Namun apabila diberi hujan, tentunya air akan sampai ke Pakisjaya,”tuturnya, Selasa (29/9).

Rochman mengatakan, saat ini pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II masih melakukan upaya penanganan dengan melakukan pengerukan serta mengeluarkan sumbatan serta menutup saluran-saluran yang dibuka secara tidak resmi.

“Upaya tersebut diharapkan dapat kembali memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian di Kecamatan Pakisjaya sehingga petani dapat kembali memperoleh pasokan air untuk kebutuhan pertanian,”tutupnya. (zal)

SUSUT: Air di saluran air di wilayah Kecamatan Pakisjaya menyusut, kondisi ini membuat area pertanian di wilayah ini kekurangan air.

Related Articles

Back to top button