Jaga Jarak? Terserah…

BERKERUMUN: Warga Klari penerima Bantuan Pangan Non Tunai berkerumun di area Kantor Kecamatan Klari, Rabu (17/6). Padahal dalam aturan protokol kesehatan disebutkan, selama pandemi corona harus menjaga jarak, tidak boleh berkerumun, dan tetap menggunakan masker.
Warga Klari Numplek di Kantor Camat
KLARI, RAKA – Protokol kesehatan yang tidak henti-hentinya digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang agar masyarakat menjaga jarak, mengenakan masker, tidak berada di tengah keramaian, rupanya lenyap, bablas, tak dianggap sama sekali saat ada pendistribusian bantuan.
Seperti yang terlihat di aula kantor Kecamatan Klari, Rabu (17/6). Ratusan warga tumplek, antre cukup lama untuk mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Klari Mulidin mengatakan, setelah dilakukannya distribusi bantuan sosial tunai beberapa waktu lalu, program bantuan sosial (bansos) dilanjut dengan BPNT. “Kalau BPNT ini sebenarnya program yang memang sudah ada sebelumnya,” ucapnya kepada Radar Karawang.
Ia menambahkan, meski dilakukan proses gilir setiap desa, proses distribusi terjadi antrean yang cukup panjang mengingat jumlah atau kuota penerima BPNT di wilayah Klari cukup banyak. “Kalau untuk Klari ada 1.676 orang dan ini terbagi di 13 desa di wilayah Kecamatan Klari,” tambahnya.
Ia mengaku, bantuan berupa bahan pokok itu diperkirakan akan selesai dalam satu hari. Hal itu agar tidak seringnya terjadi perkumpulan massa yang dapat memicu terjadinya penyebaran wabah virus corona. “Yang penting hari ini (kemarin) warga kita himbau untuk tetap menggunakan masker, apapun yang terjadi pokoknya harus pakai masker. Mudah-mudahan sore ini juga sudah beres,” akunya.
Pihaknya berharap, bantuan yang terus dikucurkan untuk warga bisa memenuhi kebutuhan pokok selama menghadapi pandemi wabah virus corona, sehingga tidak ditemukan warga yang kelaparan akibat dampak covid 19. “Sebisa mungkin kita antisipasi itu, kalau memang ada yang tidak mendapatkan sebisa mungkin akan kita usahakan berdasarkan haknya,” pungkasnya.
Warga RT012/004 Desa Duren, Oon (57) mengungkapkan, dia harus rela antre untuk dapat bantuan. Meski begitu, tetap bersyukur. “Saya bersyukur masuk data KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dan menerima program BPNT,” ujarnya. (mal)