
PURWAKARTA, RAKA – Sejumlah warga yang bertempat tinggal di Kampung Pasirdatar, Desa Pasirangin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, menggelar aksi penanaman pohon pisang yang tak biasa pada Minggu (25/8). Pasalnya, jika biasanya pohon pisang ditaman di kebun, warga Pasirangin malah menanamnya di tengah jalan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan di wilayah mereka, yang sudah lama rusak dan tak kunjung diperbaiki.
Selain sebagai upaya protes, pohon pisang yang ditanam warga di tengah jalan juga merupakan ungkapan kekecewaan, karena belum adanya upaya nyata dari pemerintah untuk memperbaiki jalan rusak yang menghambat aktivitas sehari-hari warga, terutama dalam hal transportasi dan mobilitas harian.
Salah seorang warga, Akri Rudia (38) mengungkapkan, aksi yang dilakukan oleh warga merupakan bentuk ungkapan rasa kekecewaan terhadap tidak adanya perhatian dari pemerintah, terkait terhadap kondisi jalan. “Jalan ini sudah lama rusak, dan sampai sekarang belum ada tindakan. Menanam pohon pisang ini adalah cara kami menunjukkan kekecewaan, dan harapannya pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan ini,” ucapnya, Minggu (25/8).
Ia menyebut bahwa aksi menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak, menjadi simbol perlawanan terhadap situasi yang mereka anggap tidak adil. Diharapkannya hal itu dapat menarik pemerintah untuk segera melakukan tindakan. “Kita berharap aksi ini bisa menarik perhatian pemerintah, dan memicu langkah konkret untuk mengatasi masalah yang sudah terlalu lama berlarut-larut,” ujarnya.
Senada, Chandra Iswandi (43), warga lainnya yang turut serta dalam aksi tersebut menambahkan, bahwa dirinya hanya menginginkan adanya jalan yang layak untuk dilalui. Sehingga tidak perlu merasa khawatir dapat jatuh ketika melintasi jalan tersebut. “Kami hanya ingin jalan yang layak, supaya anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman, dan kami bisa menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir jatuh karena jalannya jelek dan berlubang,” pungkasnya. (yat)