HEADLINE
Trending

Mencari Untung Malah Buntung

Ratusan Masyarakat Purwakarta Diduga Tertipu Investasi Bodong

PURWAKARTA, RAKA – Tergiur penghasilan fantastis dengan modal kecil, ratusan masyarakat Kabupaten Purwakarta, diduga tertipu investasi kripto bodong. Diketahui investasi dilakukan melalui aplikasi Cleanspark-ina.com yang beberapa waktu belakangan sedang ramai diperbincangkan karena dapat menghasilkan untung berkali-kali lipat dari modal yang diinvestasikan.

Tertipunya masyarakat yang mengikuti investasi kripto bodong tersebut, diketahui setelah pihak aplikasi Cleanspark atau yang dikenal CLSK ini tidak mencairkan sejumlah dana yang telah diinvestasikan oleh para member untuk membeli mesin penambangan koin kripto.

Masyarakat yang tertipu nominalnya bervariasi, dimulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Salah seorang member Cleanspark Rofi mengungkapkan, awal mula dirinya tertarik karena tergiur dari rekannya yang lebih dulu mengikuti investasi tersebut. Cara mendaftar relatif mudah, yakni cukup bermodalkan nomor handphone untuk registrasi tanpa adanya verfikasi data pribadi.

Ia menjelaskan, setelah mendaftar dirinya diminta melakukan deposit dan diwajibkan untuk konfirmasi ke admin CLSK yang ada di WhatsApp Grup sebagai bentuk pememberitahuan bahwa dirinya sudah deposit membeli mesin kripto CLSK.
“Saya menjadi member dan masuk Grup WA yang jumlahnya seribu orang sudah empat bulan, dari Juni sampai Oktober.

Awalnya saya deposit untuk membeli mesin tambang kripto ke pihak aplikasi sebesar Rp80 ribu, dari nilai tersebut nanti akan menghasilkan Rp150 ribu dengan jangka waktu yang ditawarkan 30 hari kerja dan setelah itu bisa diklaim pencairan,” ungkapnya, pada Rabu (9/10).

Pertama mengikuti, kata dia, pihak aplikasi mencairkan dana yang telah diinvestasikan untuk membeli mesin kripto. Setelah itu dirinyapun kembali menginvestasikan hasil yang dia dapatkan ke aplikasi tersebut.
“Kalau saya memang kecil nilainya, tapi ada rekan dan tetangga rumah saya rugi sampai jutaan bahkan ada yang ratusan juta,” ungkap Rofi

“Masuk bulan oktober ini, pihak CLSK mengularkan promo yang menarik karena waktu pencairan singkat, ada yang satu hari, tiga hari, sampai tujuh hari. Tapi setelah banyak yang membeli, pihak aplikasi tidak mencairkan bahkan membuat aturan baru, jika ingin mencairkan maka harus beli mesin tambang pajak agar investasinya bisa dicairkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rofi menyampaikan, pihak CLSK membuat memberikan penawaran yakni Salah satunya hanya membeli mesin tambang sebesar Rp580 ribu dalam waktu tujuh hari bisa mendapatkan hasil Rp1,4 Juta.

“Program yang ditawarkan bervariatif, misalnya, membeli mesin tambah seharga Rp580 ribu, cukup waktu satu hari nanti akan mendapatkan hasil Rp1,7 jutaan, dan masih banyak lagi program yang lainnya yang bikin orang tertarik ikutan,” bebernya.

Dari kabar yang beredar, aplikasi penghasil uang Cleanspark diduga mengalami scam secara serentak seluruh Indonesia. Bahkan dari hasil penelusuran Radar Karawang, situs Cleanspark-ina.com saat ini sudah tidak bisa diakses.

Sementara itu, salah satu konsultan hukum Purwakarta, yang berkantor di Kantor Hukun Ben & Partners, Asep Yadi Rudiana menghimbau kepada masyarakat yang diduga merasa tertipu investasi bodong untuk segera melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Jika benar, saya menyarankan bagi para korban untuk segera membuat laporan ke pihak kepolisian atau Polres Purwakarta agar menjadi atensi dan segera ditelusuri pihak aplikasi bodong tersebut,” pungkasnya.(yat)

Related Articles

Back to top button