Muhammadiyah-NU Kompak Lebaran Hari Minggu

Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kompak menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441H/2020M jatuh pada hari Minggu (24/5).


Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menyampaikan maklumat tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1441H, yaitu jatuh pada tanggal 24 Mei 2020. Keterangan dalam surat maklumat yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Yogyakarta, itu dikeluarkan pada 25 Februari 2020.

PP Muhammadiyah saat itu mengumumkan bahwa penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1441H berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Sedangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengikhbarkan/memberitahukan bahwa ibadah puasa Ramadhan 1441H istikmal 30 hari dan awal bulan Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu, tanggal 24 Mei 2020. Surat pemberitahuan PBNU itu ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Keputusan itu, jelas PBNU, berdasarkan rukyatul-hilal bil fi’li yang dilakukan Tim Rukyatul Hilal Lembaga Falakiyah PBNU pada Jumat (22/5) di sejumlah lokasi rukyat yang telah ditentukan, dengan hasil hilal tidak terlihat.

Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Idul Fitri 2020 jatuh pada Minggu (24/5). Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Fachrul Razi di kantor Kemenag yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jumat (22/5).

“Sidang Isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020,” kata Menag Fachrul Razi dalam jumpa pers yang digelar usai penetapan sidang Isbat.

Menurut Menag Fachrul Razi, penetapan 1 Syawal berdasar pada dua pertimbangan. Yang pertama, mendengarkan pemaparan Tim Falakiyah Kemenag yang menyatakan bahwa tinggi hilal di seluruh Indonesia berkisar minus 5,29 sampai minus 3,96 derajat. Sehingga, tidak dimungkinkan untuk dapat melihat hilal.

Yang Kedua, peserta sidang isbat juga mendengarkan laporan dari sejumlah perukyah yang tersebar di 80 titik di Indonesia. Hasilnya sama, tidak dapat melihat hilal pada hari ini karena masih di bawah 2 derajat.

“Kami mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah. Dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 80 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah yang melihat hilal,” papar Menag Fachrul Razi yang didampingi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, dan Ketua MUI Abdullah Jaidi.

Atas dua alasan tersebut, Sidang Isbat kemudian menyepakati untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan menjadi 30 hari. Sehingga 1 Syawal 1441 Hijriah atau Idul Fitri 2020 jatuh pada Minggu.(psn/jp)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Radar Karawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *