HEADLINE

Siang Tempat Parkir, Malam Sarang Waria

MULAI DIBANGUN: Seorang pengendar motor melintasi kolong jembatan layang Cikampek yang mulai dibangun taman.

CIKAMPEK, RAKA – Pengendara yang melintasi kolong jembatan layang Cikampek saat malam hari, pasti sudah biasa melihat para waria menjajakan tubuhnya. Padahal, lokasi itu jika siang hari adalah tempat parkir.

Didin (29) warga Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek, mengatakan, jika malam hari melintasi kolong jembatan layang Cikampek, banyak PSK dan waria mangkal. “Jika malam hari, kalau di pojok timur jembatan layang Cikampek banyak PSK atau wanita penggoda. Jika di pojok barat jembatan layang Cikampek, tempat kumpulnya waria,” ujarnya kepada Radar Karawang.

Ia menjelaskan, biasanya mereka sudah nongkrong di lokasi pukul 20.00 WIB. Ada yang duduk-duduk di bangku, ada juga yang berdiri untuk menunggu lelaki hidung belang. “Untuk tarifnya saya gak tahu. Soalnya cuma ngelewat saja,” terangnya.

Siti Marhamah (27), warga Desa Cikampek Barat mengaku, setiap malam hari melintasi jalan tersebut, tepatnya taman di kolong jembatan layang Cikampek selalu melihat banyak waria dan PSK sedang mangkal. “Pada saat saya melintasi bawah jembatan layang bersama suami saya. Suami saya malah digodain,” akunya.

Ia berharap, pembuatan taman di kolong jembatan layang Cikampek sudah selasai, Satpol PP segera menertibkan PSK dan waria tersebut. “Bagus juga kalau ada taman, bisa dijadikan tempat rekreasi masyarakat. Tapi tetap harus dijaga ketat oleh pihak yang bertanggung jawab. Minimal sering patroli, agar tidak disalahgunakan, seperti yang sudah-sudah,” harapnya.

Jika lebih bagus mana antara pembuatan taman dan perbaikan infrastuktur jalan, kata dia, tentu lebih penting perbaikan jalan. Sebab masih banyak jalan rusak yang belum diperbaiki. “Pengadaan taman juga bagus, tapi lebih bagus perbaikan jalan. Soalnya manfaatnya lebih terasa oleh masyarakat,” pungkasnya.

Seorang waria yang kerap nongkrong di kolong jembatan, Ane (27) mengaku setiap malam nongkrong agar bisa menggaet lelaki hidung belang. “Jika enggak begini, aku gak makan. Sehari bisa satu, dua orang dilayani,” katanya.

Tito Yunianto, kasie Trantib Kecamatan Cikampek mengaku, sering melakukan giat patroli ke kawasan Indotaise dan taman di kolong jembatan layang Cikampek, serta ke Desa Cikampek Pusaka. “Alhamdulilah, setiap patroli bersama anggota di wilayah jembatan layang Cikampek, tidak ditemukan waria. Malah mah malam minggu juga sepi,” pungkasnya. (acu)

Related Articles

Back to top button