
JAKARTA, RADAR KARAWANG- Dalam hitungan jam, Timnas Indonesia akan menantang China di Qingdao Youth Football Stadium, Selasa (15/10) pukul 19.00 WIB. Hingga saat ini, tim Garuda baru mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan, hasil imbang dari Arab Saudi (1-1), Australia (0-0), dan Bahrain (2-2). Dengan raihan poin tersebut, Indonesia berada di peringkat lima, sedangkan pemuncak klasemen Grup C adalah Jepang dengan sembilan poin, di bawahnya ada Australia, Arab Saudi dan Bahrain yang masing-masing punya empat poin.
Di ronde ketiga Grup C, total bakal berlangsung 10 pertandingan dengan sistem kandang tandang. Perjalanan cukup panjang agar impian rakyat Indonesia melihat tim nasionalnya berlaga di pentas dunia. Setidaknya, harus mengumpulkan 15 poin lagi. “Kalau lawan China dapat 3 poin, berarti 6 poin. 6 poin dibagi 4 pertandingan, 1,5 poin. 15 dibagi 10, 1,5 poin,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
“Masih ada harapan. Tetapi tentu kita harus mencari beberapa kemenangan yang ketika kita menjadi tuan rumah tentunya ketika lawan Bahrain, lawan China ataupun menyolong ketika kita jadi tuan rumah dengan Arab Saudi,” papar Erick.
Berkaca pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu, ketika itu hanya ada Grup A dan Grup B. UEA di Grup A mengoleksi 12 poin dan lolos ke ronde keempat.
Di Grup B, Australia mengumpulkan 15 poin dan lolos ke ronde keempat. Dari ronde keempat itulah, kemudian mereka beradu lagi. Menilik sistem di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 kali ini dengan grup sedikit lebih banyak, juga ada skema ke ronde keempat. Pun sebelumnya, Erick Thohir menyebut target utama Timnas Indonesia adalah finis di peringkat ketiga dan keempat agar lolos ke ronde keempat. (psn)