Purwakarta
Trending

Hilang Kabar Sejak Lebaran, Pria di Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

PURWAKARTA, RAKA – Warga Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, dikejutkan oleh penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Jalan Basuki Rahmat, Minggu (5/4) malam.

Korban diketahui bernama Oka Septa Rahman Ditya (27), warga Kampung Upas, Kelurahan Nagrikidul. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah dalam proses pembusukan dan mengeluarkan bau tidak sedap, diduga telah meninggal lebih dari dua hari.

Pelaksana Tugas Kapolsek Purwakarta Kota, Enjang Sukandi, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur, mengenakan kaos hitam dan celana jeans biru. Ia menyebut, kondisi tersebut mengindikasikan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

“Diperkirakan sudah lebih dari dua hari, karena kondisi jenazah sudah mulai membusuk,” ujarnya, Senin (6/4).

Penemuan ini bermula dari kecurigaan pengelola kos yang tidak berhasil menghubungi korban selama beberapa hari. Selain itu, korban juga tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Saat pintu kamar diketuk tidak ada respons, pengelola mencoba mengecek melalui jendela dan mencium bau menyengat dari dalam kamar.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 19.40 WIB. Petugas dari Polres Purwakarta bersama tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian.

“Dugaan sementara karena sakit, namun kami masih menunggu hasil otopsi untuk kepastian,” kata Enjang.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, dari keterangan keluarga, korban terakhir kali berkomunikasi pada 11 Maret 2026. Ia sempat menghubungi keluarga untuk meminjam uang dengan alasan kartu ATM hilang dan terblokir.

Kakak ipar korban menyampaikan bahwa sejak saat itu korban tidak lagi memberikan kabar, termasuk saat momen Lebaran. Keluarga juga menyebut korban tidak memiliki riwayat penyakit serius, meskipun sempat mengeluhkan gangguan penglihatan.

Dalam kesehariannya, korban bekerja sebagai penyiar daring dengan nama akun “Alea”. Aktivitas tersebut menjadi sumber penghasilan utama, dengan pendapatan sekitar Rp4 juta per bulan. Ia juga sempat berencana memperbaiki kamar kosnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. (yat)

Related Articles

Back to top button