HMI Karawang Pertanyakan ‘Sosok Kuat’ di Balik TNM, Desak Pemkab Tutup Permanen Tempat Hiburan Tersebut

KARAWANG, RAKA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang menyatakan sikap tegas dengan mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera menutup secara permanen tempat hiburan malam Karawang Theatre Night Mart (TNM) yang berada di bawah naungan HW Group (Holywings).
Koordinator Aksi HMI Cabang Karawang, Kelvin Hudqof Akbar, menegaskan bahwa keberadaan tempat hiburan tersebut tidak hanya dinilai bermasalah dari sisi perizinan, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap meningkatnya berbagai penyakit sosial, termasuk kasus HIV/AIDS di Kabupaten Karawang.
Menurut Kelvin, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, jumlah kasus HIV/AIDS di Karawang terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Sepanjang periode 2020 hingga 2025 tercatat lebih dari 4.000 kasus, sementara pada Januari hingga Maret 2026 kembali ditemukan 188 kasus baru. Ia menyebut, data KPA menunjukkan mayoritas penularan baru didominasi oleh hubungan seksual sesama jenis atau laki-laki dengan laki-laki (LSL).
“Ini adalah bukti nyata bahwa perilaku menyimpang tersebut marak di Karawang. Keberadaan tempat hiburan malam, termasuk TNM, dikhawatirkan hanya akan memperluas ruang bagi komunitas-komunitas tersebut untuk berkembang,” kata Kelvin, Rabu (10/6).
Kelvin juga menyoroti masih beroperasinya Karawang Theatre Night Mart meski sebelumnya telah mendapat tindakan dari Pemerintah Daerah dan Satpol PP terkait persoalan perizinan yang dinilai belum sesuai dan belum lengkap. Selain itu, penolakan terhadap operasional tempat hiburan tersebut juga telah disuarakan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang.
“Karawang TNM yang berada di bawah HW Group ini terkesan memiliki kekuatan besar. Sejak awal izinnya dipersoalkan karena tidak sesuai dan belum lengkap. Penolakan juga datang dari MUI dan ormas Islam, bahkan sudah ada teguran serta penutupan dari Pemda Karawang. Namun sampai sekarang masih bisa beroperasi. Kami mempertanyakan, siapa sebenarnya sosok kuat di belakang mereka? Jangan sampai ada aparat penegak hukum atau pejabat yang bersekongkol melindungi pelanggaran ini,” tegasnya.
HMI Karawang menilai pemerintah daerah harus lebih mengutamakan perlindungan moral masyarakat dibandingkan kepentingan investasi.
“Jangan hanya karena alasan investasi di kawasan Tuparev, moral generasi muda Karawang yang sedang berkembang ke arah positif justru dikorbankan. Urusan kerugian adalah risiko pengusaha. Fokus pemerintah seharusnya melindungi masyarakatnya. Karena itu kami mendesak agar Karawang Theatre Night Mart ditutup secara permanen,” tutupnya. (zal)



