
PURWAKARTA, RAKA – Antusiasme warga memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Purwakarta, Rabu (11/2). Masyarakat rela mengantre demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dari harga pasar.
Sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga daging ayam menjadi buruan warga. Kepadatan antrean sempat memicu keluhan karena kondisi yang kurang tertib dan stok beberapa komoditas belum tiba saat warga sudah memadati lokasi.
Salah seorang warga, Dedi (43), mengaku menunggu hampir satu jam untuk membeli beras dan minyak goreng. Ia mengatakan harus berdesakan agar tidak kehabisan.
“Saya antre hampir satu jam. Kalau tidak ikut merapat ke depan, bisa kehabisan beras dan minyak. Ini untuk kebutuhan keluarga dan persiapan Ramadan,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Baca Juga: Perjuangan Andri Hidayat Saputera Melawan Galukoma Sejak Kecil, Kini Hidup Mandiri
Warga lainnya, Siti Rahma (38), yang mengincar daging ayam potong. Ia menyebut harga di GPM jauh lebih murah daripada di pasar tradisional.
“Di sini ayam Rp34 ribu per kilogram, di pasar sudah sekitar Rp40 ribu. Selisihnya lumayan untuk belanja rumah tangga,” katanya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadianto Purnama, menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Menurutnya, GPM terselenggara atas kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog.
Tonton Juga: Lalulintas Macet Puluhan Kilometer
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat selalu tinggi setiap kami menggelar Gerakan Pangan Murah. Ini menunjukkan kebutuhan pangan terjangkau memang sangat dibutuhkan,” ujar Hadianto.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi salah satu strategi pengendalian inflasi daerah agar tetap stabil menjelang hari besar keagamaan.
Dalam kegiatan GPM kali ini, berbagai komoditas tersedia dengan harga subsidi. Beras SPHP tersedia 200 kilogram dalam kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000. Beras medium lokal sebanyak 2 ton dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
Sementara itu, beras premium tersedia sebanyak 100 kilogram dalam kemasan 3 kilogram dan 5 kilogram. Harganya masing-masing Rp44.700 dan Rp73.000.
Minyak goreng tersedia 1.000 liter dalam kemasan 2 liter dengan harga Rp31.000 per kemasan. Telur ayam ras Rp28.000 per kilogram dengan stok 400 kilogram, sedangkan daging ayam sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp34.000 per kilogram.
Selain itu, sayuran segar dijual Rp5.000 per kemasan hasil kerja sama dengan kelompok tani lokal. Pemerintah daerah juga menggandeng pelaku UMKM olahan ikan untuk meramaikan kegiatan tersebut.
Hadianto menegaskan bahwa harga dalam program GPM rata-rata lebih rendah dibandingkan pasar, dengan selisih berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per komoditas.
“Kami berharap kegiatan ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di Purwakarta,” pungkasnya. (yat)



