HEADLINE

Insentif Guru Ngaji Cair, Rp25 Miliar Dibagikan ke 18.893 Orang

KARAWANG, RAKA – Bantuan insentif untuk para guru ngaji, amil, dan marbot dari Pemerintah Kabupaten Karawang mulai disalurkan hari ini.
Subkoordinator Kesejahteraan Sosial Bagian Kesra Karawang Ahmad Nurjaya mengatakan, seperti biasa pada bulan Ramadan, Pemkab Karawang akan menyalurkan bantuan insentif untuk para guru ngaji, guru DTA, guru RA, guru MI, guru MTs, TPQ, amil dan marbot. Anggaran yang disediakan untuk program bantuan pada tahun ini sebesar Rp25,183 miliar untuk kuota awal sebanyak 18.893 penerima. Kuota tersebut berdasarkan pengajuan dari semua desa dan kelurahan di 30 kecamatan yang ada di Karawang. “SK penerima sudah ada tinggal penyaluran. Insa Allah disalurkan mulai 13 April 2022,” katanya.
Dikatakan Ahmad Nurjaya, pada tahun ini ada kenaikan nominal bagi para guru ngaji dan marbot. Besaran bantuan untuk para guru ngaji yaitu Rp1,5 juta sedangkan nominal insentif marbot Rp1 juta. “Guru DTA, RA, MI, MTs, TPQ, dan amil masih tetap diangka 1,2 juta,” jelasnya.
Untuk guru ngaji dan marbot, kata dia, pengajuan dilakukan melalui Simkesra oleh operator desa, kemudian diinput lagi oleh Kasi Kesos di masing-masing kecamatan, lalu diserahkan kepada Bagian Kesra Setda Karawang melalui Simkesra. Setelah itu data tersebut diolah untuk pengajuan SK bupati dan pencairan nota dinas.
“Melalui Simkesra nanti ada syarat dan ketentuannya, oleh karena itu dari pihak desa harus betul-betul diverifikasi agar bantuan ini tepat sasaran,” katanya.
Untuk teknis penyaluran, lanjutnya, seperti tahun lalu yaitu langsung oleh petugas BJB kepada penerima, namun akan disalurkan di masing-masing desa yang sudah dijadwalkan. Sehingga pada awal ramadan ini proses penyaluran akan segera dilaksanakan. “Sekarang di desa atau kantor kelurahan masing-masing. Saat ini lagi mulai pendataan. Guru ngaji dan marbot oleh operator desa, sisanya melalui Kemenag,” jelasnya.
Sementara salah seorang marbot di Desa Wancimekar, Sodikin Lukman mengatakan, dia sebagai petugas marbot di masjid berterima kasih jika memang pada tahun ini ada kenaikan insentif yang diberikan. Namun baginya, insentif sebagai seorang marbot tidak menjadi ukuran, dan alasan bagi dirinya untuk tetap mengurusi masjid yang ada di lingkungannya. Mengurus dan membersihkan masjid akan tetap dilakukan meski tidak ada insentif sekalipun.
“Sudah tiga kali sama tahun ini. Gaji yang pertama saya sumbangkan lagi ke masjid untuk beli mikrofon. Bagi saya ini mah ibadah saja. Karena dari dulu juga jadi marbot gak ada gaji, keikhlasan aja,” ungkapnya. (nce)

Related Articles

Back to top button