Purwakarta
Trending

‎Interchange Akses Menuju Kawasan Industri

PURWAKARTA, RAKA – Pembangunan Simpang Susun (Interchange) Campaka di KM 77+800 Ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) diproyeksikan menjadi penggerak baru investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purwakarta. Proyek ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan PT Megatama Putra Sejahtera (MPS) yang berlangsung di Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Jumat (30/1).

‎Interchange Campaka direncanakan menjadi akses utama menuju kawasan industri baru di Purwakarta. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta memperkuat daya tarik daerah bagi investor.

‎Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta manajemen PT Megatama Putra Sejahtera. Pemerintah provinsi diwakili oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Agung Wahyudi.

‎Direktur PT Megatama Putra Sejahtera, Djatikesumo Subagio, menyampaikan bahwa pembangunan Interchange Campaka Tol Cipali merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan wilayah. Menurutnya, infrastruktur jalan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas industri dan ekonomi.

‎“Infrastruktur ini akan membuka akses yang lebih luas bagi peningkatan ekonomi serta menghadirkan peluang baru bagi investasi, industri, logistik, dan sektor produktif lainnya di Purwakarta dan sekitarnya,” ujar Djatikesumo, Jum’at (30/1).

‎Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

‎Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Purwakarta pada tahun 2025 telah melampaui target. Dari target Rp11,2 triliun, investasi yang masuk mencapai Rp12,4 triliun, sehingga menempatkan Purwakarta dalam lima besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

‎Menurutnya, pengembangan kawasan industri oleh PT MPS seluas sekitar 350 hektare diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan investasi pada tahun 2026.

‎“Dengan adanya kawasan industri ini, realisasi investasi ke depan berpeluang melampaui capaian sebelumnya,” kata Saepul Bahri Binzein.

‎Selain mendorong investasi, pembangunan kawasan industri juga diarahkan untuk menekan angka pengangguran di Purwakarta. Pemerintah daerah berharap kehadiran industri baru dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, seiring dengan kesiapan kompetensi sumber daya manusia.

‎Bupati menekankan pentingnya keterbukaan perusahaan terkait kebutuhan tenaga kerja, agar masyarakat dapat mempersiapkan diri sesuai kualifikasi yang dibutuhkan industri. Ia juga meminta agar investor berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa, sehingga penyiapan tenaga kerja lokal dapat berjalan optimal. (yat)


Related Articles

Back to top button