Karawang
Trending

Isi Ramadan, SMAN 2 Karawang Gelar Pesantren Ekologi untuk Penguatan Karakter Siswa

KARAWANG, RAKA– Selama bulan suci Ramadan, kegiatan belajar mengajar di SMAN 2 Karawang disesuaikan dengan program pembinaan karakter dan religius siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Karawang, Yudi Kirmadi menjelaskan bahwa khusus untuk siswa kelas X dan XI, sekolah menggelar program Pesantren Ekologi, sementara kelas XII difokuskan pada persiapan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) atau ujian sekolah.

‎“Untuk kelas X dan XI, selama Ramadan ini mengikuti kegiatan Pesantren Ekologi. Program ini merupakan salah satu inovasi yang cukup khas di Jawa Barat. Sedangkan kelas XII lebih difokuskan pada persiapan PSAJ,”katanya, Rabu (25/2).

‎Ia menjelaskan, Pesantren Ekologi merupakan kegiatan yang memadukan penguatan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu kegiatannya adalah tadabur alam, yakni belajar menghayati nilai-nilai ketuhanan dengan mengamati dan merefleksikan ciptaan Tuhan melalui lingkungan sekitar.

‎‎Selain itu, terdapat pula aksi tsayakur yang mencakup tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di antaranya program Poe Ibu, Rantang Kanyaah, wakaf Alquran, serta aksi ekologi.

‎‎Program Poe Ibu, lanjut Yudi, merupakan gerakan infak sukarela siswa yang secara harfiah berarti “sehari seribu”. Namun dalam praktiknya, nominalnya tidak dibatasi. ‎”Sesuai namanya memang sehari seribu, tapi tidak harus. Siswa memberikan secara sukarela, dan dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pesantren ekologi,” jelasnya.‎

‎Sementara itu, sambungnya, Rantang Kanyaah diwujudkan melalui kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat di sekitar sekolah yang membutuhkan. Untuk wakaf Alquran, siswa bersama sekolah menyalurkan Alquran ke masjid-masjid yang memerlukan. ‎

“Adapun aksi ekologi meliputi kegiatan kebersihan lingkungan, daur ulang sampah, hingga penanaman pohon. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam,”paparnya.‎

‎Yudi menambahkan, kegiatan pesantren ekologi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa muslim. Siswa non-muslim juga mendapatkan pembinaan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.

‎“Harapannya, melalui kegiatan ini siswa lebih menghayati nilai-nilai agama sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Ada pembentukan karakter, baik dari sisi religius maupun sosial,”harapanya.

‎Selain kegiatan utama tersebut, siswa juga tetap menjalankan aktivitas keagamaan seperti tadarus dan ceramah yang dikemas dalam program Ramadan sekolah. Kegiatan tersebut terdokumentasi dalam buku Ramadan yang nantinya dipantau oleh wali kelas, termasuk saat siswa menjalankannya di rumah. ‎

“Dengan berbagai kegiatan ini kami berharap momentum Ramadan dapat menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang religius, peduli lingkungan, serta memiliki empati sosial yang tinggi,” tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button