
KOTABARU, RAKA- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru, kondisi Jalan Raya Pantura, dari Kotabaru hingga Jatisari, menjadi sorotan warga.
Minimnya penerangan di sepanjang jalur ini membuat pengendara merasa was-was, terutama saat malam hari. Warga berharap pemerintah segera menambah lampu jalan agar perjalanan menjadi lebih aman.
Warga sekitar Tarman (54) mengatakan, dirinya sering melewati jalur tersebut setiap hari, baik untuk bekerja maupun beraktivitas lainnya. Kondisi jalan yang gelap bisa membahayakan keselamatan pengendara, apalagi menjelang libur panjang saat arus lalu lintas diprediksi meningkat.
“Penerangan di jalan ini sangat minim, bahkan ada beberapa titik yang sama sekali tidak ada lampu. Jalannya panjang, banyak tikungan dan tanjakan, kalau malam hari dan hujan, kita hampir tidak bisa melihat dengan jelas,” katanya, Selasa (23/12).
Ia menambahkan, selain risiko kecelakaan, minimnya lampu jalan juga membuat pengendara merasa tidak aman dari tindak kejahatan.
“Kami sering khawatir ada orang yang memanfaatkan kondisi gelap untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Kami berharap pemerintah segera memasang lampu yang memadai, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru karena jalur ini pasti ramai,” ujarnya.
Warga lainnya Masitoh (45) juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menceritakan pengalamannya melewati jalur tersebut beberapa malam lalu.
”Saya hampir tidak melihat kendaraan lain di beberapa titik karena gelap total. Rasanya menegangkan sekali, apalagi dengan anak-anak di mobil. Jika jalur ini tetap gelap saat libur Natal dan Tahun Baru, saya takut akan banyak kecelakaan,”ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, kondisi Jalan Raya Pantura memang masih minim lampu jalan, terutama di daerah yang jauh dari pemukiman. Warga berharap pemerintah daerah segera menambah jumlah lampu penerangan dan melakukan perawatan rutin agar jalur ini lebih aman.
“Kami bukan hanya ingin nyaman, tapi juga ingin aman. Apalagi menjelang libur panjang, banyak pengendara dari luar kota akan melewati jalur ini. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas,” tutupnya. (zal)



