Jatah Makan 3 Hari Cuma Roti dan Kurma? Orang Tua Siswa di Karawang Protes Program MBG

KARAWANG,RAKA- Menu Makan Bergizi Gratis dikomplain siswa SDN Karangjaya III, Kecamatan Tirtamulya. Pasalnya, menu yang berasal dari dapur SPPG Parakan 2 ini hanya berisi dua kotak susu, kacang, pisang, kurma, dan roti untuk tiga hari.
Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangjaya III yang enggan disebutkan namanya mengaku heran setelah melihat paket MBG yang dinilainya di bawah standar yang telah ditentukan.
Baca Juga : Jangan Nekat! Ngabuburit di Rel Kereta Api Purwakarta Bisa Kena Sanksi Pidana
“Paket MBG yang dibagikan Senin (23/2) merupakan jatah konsumsi selama tiga hari para siswa kami. Namun, menu yang diterima hanya berisi dua kotak susu, kacang, pisang, kurma, dan roti yang dipastikan nilainya tidak seberapa,” ujar salah seorang guru SDN Karangjaya III yang memohon identitasnya tidak ditulis, Senin (23/2).
Menurutnya, komposisi menu tersebut dinilai jauh dari standar gizi seimbang, terlebih jika dihitung sebagai jatah makan selama tiga hari. Hal itu tak pelak memunculkan dugaan ketidaksesuaian antara nilai menu dengan anggaran MBG yang telah ditetapkan pemerintah.
Hal senada juga dilontarkan sejumlah orang tua siswa SDN yang sama. Mereka mempertanyakan komitmen pengelola SSPG dalam menyediakan makanan yang disebut bergizi itu.
“Kami menduga ini akal-akalan pengelola SSPG untuk mengeruk keuntungan lebih banyak. Masak jatah makan tiga hari hanya seperti ini,” tutur seorang perwakilan orang tua siswa.
Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Parakan 2, Rouf menjelaskan, menu tersebut memang disiapkan untuk kebutuhan tiga hari dan sudah dipesan sepekan sebelumnya. “Pemesanan barang sudah diproses bagian akuntansi,” ujarnya.
EPAPER RADAR KARAWANG – UPDATE SETIAP HARI
Dia menyebutkan juga, menu yang dikomplain guru dan orang tua diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga 3. Sementara siswa kelas 4 hingga 6 menerima porsi berbeda. Terkait penerima manfaat, Rouf mengakui belum seluruh sekolah menyalurkan MBG kepada guru karena keterbatasan kapasitas dapur yang saat ini maksimal 4.000 porsi per hari.
“Kami tengah membangun dapur baru. Jika sudah beroperasi, pemerataan penerima manfaat baru bisa dilakukan,” ujarnya. (asy)



