
PURWAKARTA, RAKA – Kabupaten Purwakarta mencatat pertumbuhan signifikan jumlah pemilih dalam daftar pemilih berkelanjutan. Jika Pilkada digelar hari ini, jumlah pemilih mencapai 770.338 orang.
Angka tersebut menegaskan bahwa dinamika demografis, khususnya bertambahnya pemilih pemula, menjadi faktor utama meningkatnya jumlah pemilih dalam beberapa tahun terakhir.
Data tersebut disampaikan pada rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) yang digelar KPU Purwakarta, Senin (8/12) di kantor KPU Jl Veteran Gg Flamboyan III No 60.
Kadiv SDM dan Sosialisasi KPU Purwakarta, Oyang Este Binos, menyebutkan bahwa jumlah pemilih mengalami kenaikan cukup besar dari tahun sebelumnya.
“Ada penambahan pemilih 31.370 orang dibandingkan saat Pilkada 2024 lalu,” ujar Binos saat menjelaskan hasil pemutakhiran data.
Pada Pilkada November 2024, Purwakarta memiliki 738.968 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah itu menjadi dasar kebutuhan penyelenggaraan pemilu, mulai dari jumlah TPS, rekrutmen petugas, hingga pencetakan logistik surat suara.
Menurut Binos, peningkatan jumlah penduduk usia pilih membuat data yang digunakan pada Pilkada sebelumnya kini jauh berbeda. “Setiap tahun angka pemilih cenderung terus meningkat,” tuturnya.
Ia memaparkan bahwa KPU Purwakarta menjalankan pemutakhiran data secara berkala sesuai PKPU No 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.
Proses pembaruan dilakukan realtime meskipun tidak berada pada masa tahapan pemilu. Setiap tiga bulan, data yang sudah diperbarui itu kembali dibahas dalam rapat pleno terbuka bersama berbagai pihak terkait seperti parpol, Bawaslu, Disdukcatpil, Polres, dan Kodim 0619.
Dalam laporan triwulan keempat tahun 2025, jumlah pemilih mencapai 770.338 orang, terdiri dari 387.593 laki-laki dan 382.795 perempuan, yang tersebar di 17 kecamatan dan 192 desa/kelurahan.
Binos menyebut pemilih pemula menjadi faktor yang paling terlihat dalam peningkatan tersebut. “Peningkatan angka terbanyak dari unsur pemilih pemula yang beranjak usia 17 tahun,” jelasnya.
Dengan terus bertambahnya jumlah penduduk usia pilih, KPU Purwakarta menghadapi tantangan baru dalam menjaga akurasi data, memastikan distribusi logistik tepat jumlah, dan mempersiapkan kebutuhan teknis Pilkada mendatang.
Perubahan demografi ini menjadi salah satu indikator penting bagi penyelenggara pemilu dalam menentukan strategi dan pemetaan wilayah pada pesta demokrasi berikutnya. (yat)



