HEADLINE
Trending

Kala Piala Dunia Menggetarkan Warga di Kaki Gunung Gede Pangrango

Radarkarawang.id – Demam Piala Dunia kembali melanda seantero jagat, tak terkecuali di sudut-sudut kota dan kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Euforia turnamen sepak bola terbesar di bumi ini tidak hanya milik mereka yang berada di stadion megah, melainkan telah bermutasi menjadi denyut nadi kehidupan sehari-hari warga lokal—berpindah dinamis dari riuhnya warung kopi (warkop) hingga kehangatan ruang keluarga.

Baca Juga: 7 Jenis Kopi yang Aman untuk Lambung, Solusi Bagi Penderita Maag Tetap Bisa Ngopi!

Bagi masyarakat Sukabumi, sepak bola bukan sekadar olahraga 90 menit di atas lapangan hijau. Ia adalah medium pemersatu, alasan untuk begadang, dan momentum perputaran ekonomi mikro yang nyata.

Warkop: Episentrum “Nonton Bareng” dan Silaturahmi Tanggung Bulan

Di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, sejumlah warung kopi dan kafe dadakan tampak dipadati pengunjung sejak malam hingga dini hari. Layar proyektor besar dibentangkan, ditemani kepulan asap rokok, segelas kopi lokal jepret, dan camilan gorengan hangat.

Dadan (34), seorang pemilik warkop di Cisaat, mengaku omset pengetahuannya melonjak hingga tiga kali lipat sejak peluit pertama Piala Dunia dibunyikan.

“Kalau hari biasa, jam 11 malam warkop sudah sepi. Sekarang, mau tanding jam 2 subuh pun kursi selalu penuh. Orang Sukabumi itu suka bola, tapi lebih suka lagi kebersamaannya. Teriak bareng saat gol itu sensasinya beda,” ujar Dadan sambil menyeduh kopi, Jumat (12/6).

Di warkop pula, sekat-sekat sosial melebur. Supir angkot, mahasiswa, hingga pegawai kantoran duduk sejajar, berdebat kusir tentang taktik pelatih top dunia, hingga meratapi tim jagoan mereka yang tersingkir lewat drama adu penalti.

Pergeseran Tradisi: Hangatnya Ruang Keluarga dan “Camilan Wajib”

Namun, Piala Dunia kali ini juga mencatat tren menarik. Tidak semua orang memilih keluar rumah. Bagi sebagian warga, ruang keluarga kini bertransformasi menjadi tribun mini yang tidak kalah seru.

Tonton Juga: Polres Karawang Amankan Pelaku Video Viral di Tempat Hiburan

Kemudahan akses siaran digital dan aplikasi streaming legal membuat banyak kepala keluarga di Sukabumi memilih menikmati pertandingan bersama anak dan istri di rumah. Fenomena ini melahirkan tradisi baru: belanja camilan malam keluarga.

“Suami sama anak laki-laki saya sengaja beli proyektor mini di kamar tengah. Jadinya kita nonton bareng sekeluarga. Tugas saya ya menyiapkan gorengan atau mi rebus. Seru, jadi ada momen kumpul keluarga yang jarang terjadi di hari biasa,” kata cucu Nuraeni (42), warga Baros

Dampak Positif dan Imbauan Kamtibmas

Selain menjadi hiburan pelepas penat, demam Piala Dunia di Sukabumi juga membawa berkah bagi para pedagang jersey KW di Pasar Pelita, serta para pelaku UMKM kuliner malam yang kebanjiran pesanan lewat aplikasi ojek online.

Melihat tingginya antusiasme warga yang melakukan aktivitas malam, pihak Kepolisianres Sukabumi Kota pun turut memperketat patroli rutin. Petugas mengimbau agar kegiatan nonton bareng (nobar) di tempat umum tetap menjaga ketertiban dan tidak disusupi oleh praktik judi bola terelubung.

Pada akhirnya, di mata warga Sukabumi, Piala Dunia adalah tentang bagaimana sebuah bola sepak di benua seberang bisa menggetarkan hati orang-orang di kaki Gunung Gede Pangrango.(rbg)

Related Articles

Back to top button