HEADLINEKarawang

Atlet Peraih Emas SEA Games Minim Apresiasi

ATLET KEBANGGAAN: Emma Ramdinah bersama ayahnya Ahmad Mustofa

Berangkat tak Diantar, Pulang tak Disambut

KARAWANG, RAKA – Dua atlet Karawang Emma Ramdinah dan Desiyana Safitri mengharumkan nama Karawang di kancah internasional saat berlaga di SEA Games Filipina 2019. Keduanya meraih emas melalui cabang olahraga Sambo.

Namun, keduanya minim perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Saat pulang ke Karawang, Senin (10/12) malam, dia hanya dijemput pengurus Karang Taruna tingkat kelurahan dan orang tuanya di bandara. Pas tiba di Karawang pun tidak ada sambutan istimewa, sebelum pulang ke rumah dia hanya bertemua anggota DPRD Kabupaten Karawang dengan sambutan alakadarnya.

Emma yang merupakan atlet asal Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur ini, mengaku bangga telah berhasil membawa medali emas ke Karawang. Namun di balik kegemberiaannya ini, ada sedikit rasa sedih dalam hatinya. Sebab ia merasa prestasi yang diraihnya kurang mendapatkan penghargaan Pemkab Karawang. “Ya dalam hati ada sih sedihnya. Semalam dijemput sama bapak sama Karang Taruna kelurahan. Biasanya kita sewa mobil Grab,” ucapnya, saat berbincang dengan Radar Karawang, Selasa (10/12).

Tak hanya prestasi di tingkat internasional, Emma juga sudah beberapa kali berprestasi di tingkat nasional, tapi lagi-lagi hingga juara di SEA Games, belum ada satu pun reward yang diberikan oleh Pemkab Karawang. “Selama ini belum ya, bukan gak ada. Saya pengennya dapat kerja dan kuliah. Mudah-mudahan ada bantuan untuk kuliah,” ucapnya.

Ahmad Mustofa, ayah Emma menceritakan, berprestasi di tingkat internasional tidak lah diraih dengan mudah oleh anaknya. Butuh perjuangan, pengorbanan dan kerja keras yang dilakukan. Bahkan, ketika latihan pun anaknya pulang pergi dengan ongkos sendiri, bahkan sampai sewa mobil. Sebagai orang tua, dirinya selalu mendukung anaknya menekuni beladiri Judo dan Sambo. Besarnya perjuangan dan prestasi yang sudah didapat, ternyata belum dilirik pemerintah daerah. “Paling tidak, ya disambut dan diberikan ucapan selamat. Biar lebih semangat dan memotivasi atlet lain,” ujarnya.

Dia menginginkan, anaknya diangkat jadi pegawai di lingkungan Pemkab Karawang. “Saya berharap Emma bisa jadi PNS,” harapnya. Sementara itu, Arnold Silalahi, pelatih utama Padepokan Taruna Karawang yang menjadi tempat latihan Emma menuturkan, selain Emma Ramadinah, masih ada beberapa nama atlet Karawang yang turut berlaga pada SEA Games 2019 di Filipina. Nama-nama tersebut diantaranya Desiyana Safitri, Mutiara Amanda dan Muhammad Difa Alfaiz. “Desi masih pelajar di SMA Bhineka. Dia satu regu dengan Emma. Sedangkan Mutiara dan Difa mewakili pada cabor kuras, namun tidak mendapatkan medali emas,” tuturnya.

Arnold mengakui, selama ini atlet memang kurang dilirik. Terlebih atlet judo yang bukan merupakan olaharaga populer. Padahal, di Karawang banyak generasi berpotensi pada cabang olahraga tersebut. “Harusnya diberi reward atau penghargaan agar tidak keluar dari Karawang. Diberikan pekerjaan,” imbuhnya.

Terpisah Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, sudah mendapatkan informasi mengenai beberapa atlet Karawang yang menjadi peraih medali emas. Dia mengaku bangga dengan adanya masyarakat Karawang yang mewakili Indonesia pada event SEA Games 2019. Soal reward, dia akan menelaahnya. “Jangan dulu menjustifikasi pemerintah. Sebelumnya pernah ada komunikasi atau tidak, pernah minta bantuan atau tidak. Kalau anggaran sudah ada di KONI,” ucapnya.

Cellica juga mengatakan, belum bisa menjanjikan akan memberikan sesuatu atau apapun kepada atlet di Karawang yang menjadi peraih medali emas. “Saya akan pelajari dulu dan silaturahmi dulu. Saya tidak akan menjanjikan yang muluk-muluk,” ujarnya.

Selain itu, mengenai keinginan atlet untuk ditempatkan sebagai pekerja di lingkungan pemerintah, Cellica tidak bisa melakukannya, karena itu merupakan kewenangan KemenPAN RB. “Moratoriumnya juga kita dibatasi. Pemerintah daerah tidak boleh mengangkat PNS,” pungkasnya. (nce)

Related Articles

Back to top button