Hasil Tes Covid-19 di Tiga Sekolah Negatif

Yayuk Sri Rahayu
Screening Dilakukan Secara Periodik
KARAWANG, RAKA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang melakukan pemeriksaan kesehatan guru dan siswa di tiga sekolah sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Hasilnya, tidak ada guru maupun siswa yang terpapar Covid-19.
Dinkes Karawang melakukan screening, Selasa (26/10) di SMKN Cilamaya yang diikuti 50 guru, SMAN Cilamaya yang diikuti 50 guru dan SMAN 3 Karawang yang diikuti 172 Orang, termasuk 47 orang guru dan tata usaha serta 125 siswa. Dari semua pemeriksaan dinyatakan semua negatif Covid-19.
Kepala Bidang P2P, dr. Yayuk Sri Rahayu menyampaikan, bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara periodik di seluruh sekolah untuk menyisir persebaran Covid-19 dalam kegiatan Pertemuan Tatap Muka (PTM) di seluruh sekolah. “Periodik-kontinyu ya, seminggu sekali ke sekolah-sekolah. Untuk memeriksa guru-guru dan tenaga kependidikan. Kemudian muridnya secara acak,” katanya.
Yayuk menjelaskan, pemeriksaan ini bagian dari program testing. Menurutnya, ada tiga upaya program pemerintah daerah Kabupaten Karawang dalam pencegahan penularan Covid-19. Upaya pertama adalah 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan. Disamping itu, pihaknya juga menerapkan program 3T yaitu tracing, testing dan treatment sebagai upaya kedua dalam pencegahan penularan. “Selanjutnya, Vaksin yang merupakan upaya terakhir sehingga pencegahan penularan Covid-19 ini maksimal,” paparnya.
Testing dan tracing ini terjadi, lanjutnya, apabila terdapat satu orang terpapar positif, maka dilakukan pelacakan kontak erat terhadap yang positif tersebut. Pelacakan ini kemudian dinamakan tracing. Setidaknya ada 15 kontak erat positif tersebut. Kontak erat ini akan diperiksa antigen atau PCR untuk memastikan terpapar atau tidak, pemeriksaan ini dinamakan testing. “Treatment adalah apabila terkonfirmasi positif, maka harus menjalani isolasi mandiri, apabila bergejala ringan atau tidak ada gejala. Dan isolasi rumah sakit apabila dirasakan berat. Treatment adalah upaya pengobatan bagi orang yang terpapar Covid-19,” paparnya.
Screening, tambah Yayuk, untuk sementara terfokus pada kegiatan sekolah. “Screening ini sesuai dengan arahan bupati. Kita akan langsungkan testing yang ditempatkan di PTM atau Pembelajaran Tatap Muka. Perguruan tinggi sementara ini belum dijadwalkan. Upaya ini bagus untuk upaya menghindari klaster baru. Harapannya protokol kesehatan selalu diterapkan di setiap kegiatan. Segera Vaksinasi bagi yang belum, sehingga tidak ada kasus baru,” pungkasnya. (nad/asy)