Cikampek

Omzet Penjual Layang-layang Naik

CIKAMPEK, RAKA – Bulan April menjadi berkah tersendiri bagi para penjual layang-layang, sebab dalam 1 bulan terakhir pemintaan layang-layang dari masyarakat cukup tinggi. Nampaknya wajar sebab semenjak cuaca ekstrim Januari hingga Maret lalu, memasuki bulan April cuaca cukup ramah dengan angin kencang yang tentunya mendukung permainan tradisional ini.

Di perkampungan tak sedikit anak-anak maupun orang dewasa bermain layang-layang mengisi waktu luang. Salah satu distributor layang-layang di Jalan Raya Cikampek Parakan, Yanto (32) mengaku, memang penjualannya meningkat drastis, bahkan mulai terasa sejak 2 bulan ini. Ia tidak tahu pasti berapa omset yang didaptakannya selama musim layang-layang ini, namun diakuinya, dalam 1 hari bisa menjual 1 bal yang berisikan 1.000 buah layang-layang. Tingginya penjulan layang-layang disebutnya biasa berlangsung selama 5 bulan. “Mau yang dari plastik atau yang kertas sama saja, banyak yang cari,” ucapnya.

Yanto sendiri biasa menjual layang-layang tersebut Rp1.000 per buah untuk ukuran kecil, namun bagi para pemilik warung yang menjual kembali layang-layang tersebut diberikan harga Rp700 pe rbuah. Sedangkan layang-layang ukuran besar biasa dijual Rp2.000 per buah, namun untuk reseler biasa dijual Rp1.500.

Layang-layang itu sendiri dibelinya dari produsen dengan harga kisaran Rp500 sampai Rp600 untuk ukuran kecil dan Rp1.000 sampai Rp1.200 untuk ukuran besar. “Kalau harganya sih gak tentu, kan suka turun naik apalagi lagi corona begini,” terangnya.

Di Karawang sendiri sepengathuannya belum ada pengrajin layang-layang yang memasok kebutuhan pasar. Ia biasa mengambil layang-layang dari produsen yang berada di Sumedang. Adapun pembeli layang-layang di tokonya biasanya para pedagang eceran di sekitaran Cikampek. “Gak ada kayanya kalau di Karawang, yang di Jakarta saja ambilnya di Bandung atau Sumedang,” pungkasnya. (din)

Related Articles

Back to top button