Pahami Pertolongan Pertama

KARAWANG, RAKA – Ironis. Ketika ada korban kecelakaan di jalan, hanya menjadi tontonan ataupun hanya jadi ajang selfi. Padahal korban kecelakaan jatuh dari motor atau tabrakan itu sedang membutuhkan pertolongan.
Dikatakan salah satu mahasiswa kesehatan di Karawang, Yoga Permana, dia sering kali melihat korban kecelakaan di media sosial. Namun, jarang sekali orang yang memberi pertolongan pertama terhadap korban. “Ya saya juga ngerti sih, mungkin takut atau memang tidak tahu caranya seperti apa,” ujarnya.
Untuk itu, dia menyarankan kepada masyarakat, ketika hal itu terjadi dan kebetulan melihatnya di depan mata. Khususnya bagi kecelakaan ringan tapi banyak mengeluarkan darah, agar dibantu dengan alat seadanya untuk melakukan pertolongan pertama. “Kalo jenis kecelakaannya ringan dan bisa diberi pertolongan, kalau gak ada obat betadin atau yang lainnya. Pertolongan pertama mah pakai sarung tangan kain sampai darahnya berhenti dan gak bercucuran,” katanya.
Jadi, lanjut Yoga, si korban gak sampai kehabisan darah, kalau ada sapu tangan yang dinilai bersih bisa menggunakan sapu tangan, ditekan sampai darah berhenti mengalir. “Kalau ada kain lebih mah abis itu digulung pake kain bersih. Tapi, kalau memang kebetulan sedia P3K mah, pakai nacl sih diguyur sama kapas,” lanjutnya.
Kalaupun lukanya dinilai berat, bisa saja dibawa langsung ke rumah sakit ataupun klinik terdekat ketimbang di foto-foto. Karena dengan demikian, secara tidak langsung sudah bisa menyelamatkan nyawa korban. “Ya bagus sih difoto juga, kali aja ada kelaurga korban yang kenal. Tapi alangkah lebih bagus dibawa langsung ke rumah sakit terdekat,” pungkasnya. (rok)