Karawang

Pemecahan Rekor Muri 17.000 Penari

SAMBUTAN: Bupati Cellica Nurrachadiana memberi sambutan penyelenggaraan Festival Goyang Karawang Internasional yang direncanakan hari ini, di Lapangan Al-Azhar, Galuh Mas.

  • Goyang Karawang Internasional Dimulai

KARAWANG, RAKA – Selain pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) penari terbanyak goyang Karawang, Festival Goyang Karawang 2019 ini akan menyuguhkan konsep pertunjukan seni dengan kolaborasi tampilan cahaya lampu dan multi media yang spektakuler.

Festival yang dikemas dengan tajuk ‘The Art of Harmony’ ini berlangsung di Lapangan Al Azhar, Galuh Mas. Selain menghadirkan duta kesenian 15 negara dan 7 propinsi, yang akan menampilkan kesenian tradisional masing-masing. “Kita akan menampilkan format Internasional dengan pertunjukan seni dari 15 negara. Kita akan maksimal, festival ini harus mampu memiliki standar pertunjukan seni internasional. Jadi berbeda dengan format goyang karawang sebelumnya yang pernah kita lakukan,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya H. Okih Hermawan, kemarin, saat konfrensi pers di Hotel Mercure.

15 negara yang hadir masing-masing Thailand, Australia, Vietnam, Azerbaijan, Laos, Korea, Singapura, Malaysia, Jepang, Negara Bagian California, Filipina, Meksiko, Madagaskar, Tiongkok dan Jerman. Sedang duta kesenian 7 provinsi yang ikut meramaikan festival Jawa Barat, Papua, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Festival Goyang Karawang Intermasional berlangsung empat hari 26-29 September 2019, rencananya dibuka langsung Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Sementera Untuk pemecahan rekor MURI dijadwalkan pada 27 September dengan 17.000 penari. “Yang kita daftarkan ke MURI sebanyak 17.000 penari,” jelas Okih.

Sebelumnya, sempat diberitakan rekor MURI ini akan dipecahkan dengan 10.000 penari goyang Karawang. Namun jumlah partisipan terus mengalami pembekakan hingga mencapai angka 11.000 penari. Bahkan angka ini terus mengalami penambahan hingga mencapai 16.500 penari hingga terakhir ditutup dengan angka 17.000 penari.

Di tempat sama, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana berharap, Karawang bisa seperti Banyuwangi dan Jember yang mampu meningkatkan kunjungan wisata melalui festival kesenian dan budaya dengan kearifan lokalnya. “Karawang memiliki banyak kearifan lokal. Dari alam sampai kesenian dan budaya. Kearifan ini yang mendorong penyelenggaraan festival goyang Karawang internasional ini. Sehingga melalui event ini kita perkenalkan kepada dunia kearifan lokal yang kita miliki,” ucap bupati.

Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Asip Suhendar menambahkan, pihaknya akan mengerahkan 100 personel untuk mengamankan kegiatan berstandar internasional itu. “Kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan. Kita sendiri akan menerjunkan 100 anggota kita,” ucap Asip.

Hadir juga dalam konprensi pers tersebut Kadiskominfo Yassin Nasrudin, event organizer yang menyelenggarakan kegiatan, Ketua Persatuan Hotel Restorant Indonesia (PHRI) Kabupaten Karawang Gabriel Alexander serta dari Dinas Perhubungan Karawang. (ari)

Related Articles

Back to top button