Hasil Panen Turun Harga Gabah Mahal
KOTABARU, RAKA – Dampak musim kemarau panjang produksi padi di Kotabaru menurun. Namun harga gabah bagus, sehingga para petani tidak mengalami kerugian.
Koordinator PPL UPTD Pengelola Pertanian Kotabaru Yuyun Rosmayanti mengatakan, di awal bulan Agustus sekarang, sudah memasuki musim panen. Dari luas 1.266 hektare areal pesawahan yang tanami padi oleh para petani, sebagian areal pesawahan sudah dipanen. “Mulai dari tanggal 7 Agustus sampai sekarang, sebanyak 270 hektare areal pesawahan sudah dipanen oleh para petani,” ujarnya, kepada Radar Karawang, Senin (26/8).
Ia menjelaskan, untuk musim gadu atau panen kedua, hasil produksi padi menurun, namun harga gabah bagus, sehingga petani tidak mengalami kerugian. “Biasa satu hektare sawah, bisa memproduksi sebanyak 8 sampai 9 ton gabah. Tapi sekarang hanya memproduksi 6 sampai 7 ton padi. Untungnya, harga gabah kering pungut mencapai harga Rp5.000 sampai Rp5.300 per kilogramnya,” jelasnya.
Adih Haryadi, POPT UPTD Pengelolaan Pertanian Kotabaru menambahkan, terjadi penurunan hasil produksi, disebabkan karena dampak perubahan iklim atau musim kemarau panjang, sehingga petani kesulitan mencari air untuk menggenangi aliran pesawahan. “Karena kesulitan air, jadi hasil produksi menurun, untung harga gabah bagus, sehingga tidak membuat para petani rugi,” terangnya.
Masih dikatakannya, dari jumlah areal pesawahan yang sudah dipanen dari awal bulan Agustus sampai sekarang, sudah mengahasilkan sebanyak 1.260 ton gabah. “Jumlah lahan sawah seluas 1.266 hektare yang sudah dipanen 270 hektare sawah. Sisanya, 996 hektare areal pesawahaan yang belum dipanen. Mudah-mudahan harga gabah bisa stabil,” pungkasnya.(acu)