Bukan Satpam Sekolah Biasa

USAI MENYEMPROT DESINFEKTAN: Wandi, Iwan, dan Aep usai menyemprot desinfektan di salah satu rumah guru SMK TI Muhammadiyah 1 Cikampek, kemarin.
Kegiatan Belajar Libur Jadi Penyemprot Desinfektan
KOTABARU, RAKA – Jika biasanya penjaga sekolah hanya berjaga saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, patroli, dan bergilir jaga malam agar tidak ada barang sekolah yang hilang digondol maling. Tapi para penjaga sekolah atau satpam SMK TI Muhammadiyah 1 Cikampek memiliki nilai plus.
Saat kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan karena teror virus corona, mereka tidak hanya berjaga di sekolah. Tapi juga menjadi petugas penyemprot desinfektan. Wandi (52) misalnya, sudah dua hari ini dia menyemprot desinfektan di seluruh area sekolah. Tidak hanya itu, dia dan juga Aep (51) serta Iwan (48) mendatangi sejumlah rumah guru untuk melakukan penyemprotan. “Ini atas perintah kepala sekolah dan permintaan para guru,” ungkap Wandi kepada Radar Karawang, Minggu (22/3).
Ia melanjutkan, semua rumah guru akan disemprot desinfektan agar mereka bisa tercegah dari serangan virus corona. “Hari ini (kemarin) baru lima rumah. Besok dilanjut hingga rumah seluruh guru bersih dari virus dan bakteri,” katanya.
Berbekal masker, alat penyemprot yang sudah terisi desinfektan, Wandi tampak cekatan menyemprotan cairan desinfektan setiap sudut rumah para guru. Menurutnya, penyemprotan harus sangat teliti agar tidak ada satupun bakter dan virus yang hidup. “Mudah-mudahan ini membawa dampak positif bagi para guru,” kataNya.
Komandan satpam, Iwan mengaku penyemprotan ini dilakukan agar tidak ada satupun guru yang sakit. “Kalau semua sehat kan, kegiatan belajar mengajar nanti bisa berjalan maksimal,” katanya.
Kepala SMK TI Muhammadiyah 1 Cikampek Dede Setiabudi mengatakan, selain siswa, para guru juga harus terjaga kesehatannya. “Kami ingin menjamin seluruh guru dan siswa terhindar dari bahaya corona,” katanya.
Menurutnya penyemprotan desinfektan ini tidak hanya di rumah guru, tapi juga di seluruh area sekolah secara berkala akan terus dilakukan penyemportan. Bahan pembuatan desinfektan pun diramu khusus sesuai dengan ketentuan medis. “Kami beli sendiri alat penyemprotannya, lalu bahan desinfektannya,” katanya.
Rizki Fahrozi, guru Teknik Komputer Jaringan mengaku mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah. “Setidaknya di rumah tidak ada bakteri dan virus yang membahayakan,” ujarnya. (psn)