Sehari 180 Orang Terpapar
KARAWANG, RAKA – Ketidakpatuhan masyarakat Kabupaten Karawang dalam menjalani protokol kesehatan membuat lonjakan angka kasus baru Covid-19 mencapai rekor tertinggi. Pada Senin (28/12), kasus baru corona bertambah 180. Sehingga totalnya menjadi 5.677 kasus. Rinciannya, 326 orang diisolasi mandiri di rumah, 1.174 orang masih dirawat, 3,977 orang sudah sembuh, 200 orang dinyatakan meninggal.
Di Perumahan Ekamas Permai, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, misalnya. Dalam satu minggu ada enam orang yang dinyatakan positif corona. Tokoh masyarakat setempat, Tuntun mengatakan, sejak hari Kamis (24/12) hingga kemarin malam ada saja yang dijemput oleh petugas kesehatan. “Semalam yang dijemput suami istri,” ungkapnya kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, rata-rata yang terkena corona dari kluster pabrik. Dia berharap masalah ini bisa segera diselesaikan, agar masyarakat kembali merasa aman dan nyaman. “98 persen dari industri,” ujarnya.
Di Cilamaya Wetan, lima orang yang bekerja di kantor kecamatan positif corona. Kepala Desa Tegalwaru Aruji Atmaja mengatakan, istrinya Euis Herawati yang bekerja di kantor Kecamatan Cilamaya Wetan merupakan salah satu dari lima orang yang dinyatakan positif corona setelah dilakukan uji swab. “Alhamdulillah juga untuk istriku di isolasi di Rumah Sakit Saraswati, enggak di RS Paru. Kedengarannya kayak ngeri, padahal dimana pun enak semua. Ditempatkan di mana juga intinya sembuh dan sehat,” ungkapnya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang dr Fitra Hergayana mengatakan, saat ini kenaikan jumlah pasien Covid-19 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, hingga ketersediaan bed di seluruh rumah sakit dan hotel juga sudah tidak ada. Dampaknya, ada pasien yang terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumahnya. “Sebenarnya kita tidak pernah menerapkan kebijakan untuk isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19. Tetapi karena ranjang di rumah sakit dan ruangan isolasi mandiri di hotel yang disediakan penuh, pasien hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya dengan dipantau ketat tim medis Puskesmas setempat,” terangnya.
Data tercatat hingga saat ini, kata Fitra, enam hotel rujukan pasien corona sudah menampung sebanyak 493 pasien. Sementara bed pasien corona di seluruh rumah sakit di Karawang sedang digunakan oleh 771 orang. “Kemudian ada 32 orang menempati bed ruang ICU,” paparnya.
Menurutnya, seluruh rumah sakit rujukan juga sudah tidak memiliki lagi ketersediaan bed kosong untuk pasien Covid-19. Dalam satu rumah sakit juga tidak semuanya digunakan untuk merawat pasien corona. Tapi juga menerima dan merawat pasien umum. Maka sejak beberapa bulan lalu, Satgas Covid-19 Karawang meminta seluruh rumah sakit harus menerima pasien terkonfirmasi positif. “Semua ranjang (bed) di rumah sakit, baik yang rujukan atau bukan, ruang rawat isolasi yang disediakan sudah penuh,” tuturnya. (nce/rok)