HEADLINEKarawang

Sampah Karawang Setara Berat 529 Sapi Limousin

Ade Sutardi

KARAWANG, RAKA – Karawang memiliki persoalan sampah yang sangat serius. Dalam satu hari, produksi sampah yang dihasilkan mencapai 900 ton, atau setara 600 sapi limousin yang dikurbankan Presiden Jokowi pada Idul Adha tahun lalu, yang memiliki berat 1,7 ton per ekor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang Wawan Setiawan menuturkan, mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, yaitu potensi per orang membuang sampah antara 0,8 sampai 0,7 kilogram per hari. “Anggaplah yang buang sampah itu rata-rata 0,4 kilogram, kali 2,2 juta penduduk Karawang, berarti sudah sekitar 880 bahkan 900-an ton per hari sampah yang menumpuk,” tuturnya kepada Radar Karawang.

Diteruskannya, DLHK Karawang saat ini baru punya 63 unit truk untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA Jalupang. Dengan jumlah armada yang ada, jumlah sampah yang terangkut hanya 400 ton per hari. Menurutnya, Karawang mesti mempunyai 125 armada pengangkut sampah. “Bisa saja kita cicil beli 10 truk setiap tahun. Tapi kan TPA Jalupang luasnya hanya 8 hektare. Gak akan mampu menampung semua,” ujarnya.

Wabah corona pun ternyata tidak membuat masyarakat Kabupaten Karawang sadar kebersihan. Produksi sampah rata-rata per hari tidak berbeda sebelum wabah virus impor ini mendatangi Kota Pangkal Perjuangan. Kasi Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidul dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang Ade Sutardi mengatakan, secara keseluruhan tidak ada peningkatan dan penurunan volume sampah selama pandemi covid. Volume sampah mengalami penurunan di tempat-tempat perkantoran dan kawasan industri. Karena sejak pandemi covid 19, banyak masyarakat yang dirumahkan sehingga tidak beraktivitas di tempat kerjanya. “Di kawasan industri dan perkantoran turun. Di pemukiman sangat meningkat karena banyak aktivitas di rumah,” kata Ade kepada Radar Karawang, kemarin.

Dikatakan Ade, beberapa kecamatan penghasil sampah terbanyak diantaranya Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, dan Cikampek. Di kecamatan tersebut jumlah volume sampah yang dihasilkan setiap harinya sangat berbeda dengan di daerah Rengasdengklok, Pedes dan daerah pesisir lainnya. “Kalau berdasarkan tempat, yang paling banyak ya di pasar. Pasar Cikampek 1 sehari 20 kubik. Pasar Karawang 12 kubik,” paparnya.

Ade menuturkan, volume sampah ditentukan berdasarkan jumlah jiwa. Semakin banyak penduduk dalam suatu daerah maka akan semakin banyak produksi sampah. “Sehari yang masuk ke TPAS Jalupang 328,8 ton sampah. Itu yang terangkut,” ujarnya.

Ade juga mengatakan, volume sampah juga ditentukan berdasarkan pendapatan para penduduknya. Oleh karena itu, Karawang termasuk daerah penghasil sampah yang tinggi. Laju pertumbuhan penduduk di Karawang juga termasuk tinggi, maka penambahan volume sampah akan semakin tinggi.

Diakuinya, dalam menangani masalah sampah terdapat banyak kendala. Selain kurangnya armada untuk mengangkut sampah dari TPSS ke TPAS, pengelolaan di TPAS juga harus ditingkatkan lagi. Jika tahun 2021 nanti Pemerintah Kabupaten Karawang bisa mengadakan perluasan sebanyak 5 hektare untuk TPAS, akan ada bantuan biaya peralatan dari Pemerintah Pusat untuk pengelolaan TPAS Jalupang. “Perluasan masih bisa sekitar 11 hektare lagi. Tapi jika bisa mengadakan 5 hektare lagi, akan ada bantuan dari pusat,” ujarnya. (nce)

Related Articles

Back to top button