KABAR KAMPUNGPurwakarta
Trending

Kebakaran Melanda Pasar Rebo Purwakarta Saat Sahur, Akses Jalan Sempit Persulit Pemadaman

PURWAKARTA, RAKA – Suasana dini hari di bulan suci Ramadan di Kabupaten Purwakarta mendadak mencekam setelah kebakaran hebat melanda Pasar Rebo, Selasa (24/2) sekitar pukul 03.00 WIB.

Api yang berkobar cepat membesar dan menerangi langit sekitar pasar, memecah ketenangan waktu sahur warga.

Kobaran api terlihat membumbung tinggi dan dengan cepat melahap bangunan pasar. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB, api mudah menjalar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kios, seperti kain, plastik, serta berbagai bahan kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga: Gempa M2,6 Terasa di Cirata dan Cipendeuy, BMKG: Tidak Berpotensi Kerusakan

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, menyebutkan pihaknya mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah.

“Kami terjunkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran. Untuk jumlah kios yang terbakar dan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Kami fokus memadamkan api terlebih dahulu,” ujar Juddy di lokasi kejadian.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Akses jalan di bagian belakang pasar yang sempit hanya memungkinkan satu unit kendaraan pemadam masuk, sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik api secara maksimal.

Di tengah upaya pemadaman, para pedagang dan warga sekitar turut membantu dengan peralatan seadanya. Mereka berusaha memadamkan api menggunakan ember berisi air, meski kobaran api terus membesar.

Salah seorang saksi mata, Juhendi, mengaku tidak mengetahui awal mula kebakaran. Ia datang ke lokasi sekitar pukul 03.30 WIB dan mendapati api sudah membesar.

Tonton Juga: Puluhan Rumah Warga Rawagempol Terendam Banjir

“Saya tidak tahu awalnya gimana. Saya datang ke sini sekitar pukul 03.30 dan kondisi api sudah membesar,” kata pemilik kios gula merah tersebut.

Ia menyebut kios miliknya ikut terbakar bersama sejumlah kios lain. “Kios saya ikut terbakar, padahal saya sudah stok gula merah. Kios pedagang ikan asin dan sembako juga pada kebakar. Cuma saya nggak tahu jumlahnya berapa,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta menduga titik api berasal dari bagian belakang pasar sekitar pukul 03.00 WIB. Laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas ke lokasi.

Hingga berita sementara ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak ada laporan resmi terkait korban jiwa, sementara jumlah kios yang terdampak serta total kerugian masih dalam pendataan.

Peristiwa ini menjadi duka di tengah suasana Ramadan, saat banyak pedagang menggantungkan harapan pada meningkatnya aktivitas jual beli menjelang waktu berbuka dan sahur. Petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala. (yat)

Related Articles

Back to top button