KABAR KAMPUNG
Trending

Kesadaran Masyarakat terhadap Kesehatan Meningkat

PURWAKARTA, RAKA – Puskesmas Bungursari terus menjadi salah satu pusat layanan kesehatan masyarakat yang paling aktif di Kabupaten Purwakarta. Dengan cakupan pelayanan untuk masyarakat Kecamatan Bungursari yang berjumlah lebih dari 60 ribu jiwa, puskesmas ini melayani rata-rata sekitar 80 pasien setiap harinya.

Kepala Puskesmas Bungursari, Agus Sugiarto, mengatakan bahwa tingginya kunjungan pasien menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Meskipun tergolong puskesmas yang tidak terlalu besar, antusiasme masyarakat untuk berobat cukup tinggi.

“Setiap harinya rata-rata ada sekitar 80 orang yang datang berobat. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, selain melayani warga Kecamatan Bungursari, Puskesmas juga sering menerima pasien dari luar wilayah. Hal itu disebabkan karena letaknya yang strategis di jalur utama.

“Kadang ada juga orang yang sedang dalam perjalanan, merasa kurang enak badan, lalu mampir ke Puskesmas untuk berobat. Hal seperti itu tidak jarang terjadi,” jelasnya.

Dari data pelayanan bulan terakhir, penyakit terbanyak yang ditangani Puskesmas Bungursari adalah hipertensi, yang sebagian besar dialami oleh warga berusia 50 tahun ke atas. Menyusul di urutan kedua adalah diabetes mellitus, dan ketiga dispepsia atau gangguan lambung.

“Penyakit terbanyak saat ini masih hipertensi, didominasi oleh warga usia lanjut. Setelah itu diabetes mellitus dan dispepsia,” kata Agus.

Ia menambahkan, meski kapasitas Puskesmas Bungursari masih tergolong kecil, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tenaga kesehatan yang sigap dan fasilitas yang memadai.

“Kita memang puskesmas yang relatif kecil, tapi semangat dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tetap tinggi,” tutur Agus.

Dengan tingginya tingkat kunjungan dan kesadaran masyarakat, Puskesmas Bungursari berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di wilayahnya, baik melalui pelayanan langsung di puskesmas maupun kegiatan promotif dan preventif di tengah masyarakat. (yat)

Related Articles

Back to top button