EVALUASI COVID-19: Bupati Karwang Cellica Nurrachadiana kumpulkan camat se- Kabupaten Karawang, Selasa (21/1). Bupati mengevaluasi penanganan Covid-19 di tiap-tiap kecamatan.
Enam Pekan Zona Merah, Camat Dikumpulkan
KARAWANG, RAKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang kewalahan menangani penyebaran Covid-19. Sudah enam minggu berturut-turut Karawang berada di zona merah Covid-19. Kemarin, Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di wilayah kecamatan masing-masing, Selasa (26/1) di aula lantai 3 kantor Bupati Karawang.
Dihadapan semua camat, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana meminta kepada para camat agar lebih ekstra melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. Saat rapat berlangsung, orang nomor satu di Karawang ini dengan tegas meminta beberapa camat menyebutkan data perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 di masing-masing kecamatan. “Berapa jumlah kasus covidnya? Dari tanggal berapa? Hari ini berapa ?,” tanya Cellica kepada para camat.
Bupati juga meminta para camat untuk melaporkan posko-posko di setiap desa. “Tulis desa mana saja yang belum membuat posko, mana yang sudah berjalan, dan mana tidak berjalan efektif,” ucap Cellica saat rapat.
Selain itu, Cellica Nurachadiana mengharuskan semua camat untuk membuat laporan setiap hari perkembangan kasus positif Covid-19. “Mulai tanggal 26 Januari ini nanti saya cek langsung. Dibuatkan laporan misalnya hari ini berapa, yang sembuh berapa,” ujarnya.
Cellica menuturkan, kegiatan evaluasi satgas tingkat kecamatan dan desa ini dilakukan untuk lebih mengetahui penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayah. Karena persoalan covid merupakan persoalan bersama. Kesadaran masyarakat Karawang yang hampir 3 juta itu sangat berpengaruh terhadap penanganan covid. “Intinya camat kan merupakan pimpinan di wilayah masing-masing yang mengetahui secara teknis. Punya satgas covid di desa sehingga pelaporan mendapat respon yang cepat. Untuk kecamatan yang ada wilayah industri pelayanan harus seperti apa, tadi disesuaikan,” tuturnya.
Menurutnya, secara penanganan di Karawang sudah bagus. Di daerah lain belum tentu sesiap di Karawang. Oleh karena itu, kebijakan PPKM harus ditaati semua masyarakat.
“Saya tidak pernah mengeluh setiap hari on call, kami terus berusaha, membuat regulasi, menyediakan fasilitas untuk pasien dirawat dan upaya-upaya lainnya,” ucapnya.
Menurutnya, status zona merah untuk Karawang dikarenakan angka kematian karena covid 19 masih tinggi. Kasus konfirmasi postif yang seharusnya kurang dari 5 persen, juga tinggi dan mencapai sekitar 13 persen. “Angka kesembuhan meningkat. Kami semua Pemerintah Daerah terus berupaya,” paparnya.
Camat Cikampek Syueb Sulaeman mengatakan, angka Covid-19 di Cikampek masih tinggi. Saat rapat evaluasi, ia melaporkan bahwa pihaknya sudah mendatangi beberapa perusahaan yang ada di wilayahnya. Adapun posko di setiap desa diakuinya sudah dibuat semua. “Perusahaan ingin tempat isolasi khusus buat perusahaan,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Camat Kutawaluya Rohman juga mengaku, semua desa di wilayah kecamatan Kutawaluya sudah membuat posko penanganan Covid-19. “Sudah aktif semua. Kasus covid di saya termasuk rendah,” tambahnya. (nce)