13 Ribu Kincir Aneka Warna di Tamelang

PENUH WARNA: Belasan ribu kincir angin beraneka warna di Desa Tamelang membuat pengunjung terkagum.

Cukup Bayar Rp15 Ribu, Cekrak-cekrek Sepuasnya

PURWASARI, RAKA – Warga Karawang tidak perlu jauh-jauh ke Bandung atau Magelang jika ingin menikmati taman kincir. Cukup datang ke Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, karena di sana juga ada 13 ribu kincir dengan aneka warna yang bisa memanjakan mata.

Kepala Desa Tamelang Mulyono mengatakan, beberapa waktu lalu Desa Tamelang cukup dikenal karena keberadaan salah satu taman milik warga. Namanya Taman Kincir. Sebenarnya baru diresmikan dua minggu lalu, tapi keberadaannya cukup menarik perhatian warga Karawang,” ucapnya kepada Radar Karawang, Selasa (15/9).

Ia menambahkan, Taman Kincir yang memiliki luas 10 ribu meter itu memiliki 13 ribu kincir dan wahana lainnya seperti taman kanak-kanak, mulai dari permainan golf mini, climbing, rumah kurcaci dan spot foto. “Untuk biaya masuknya cuma 15 ribu rupiah, dan itu berlaku hari biasa maupun weekand,” tambahnya.

Ia mengaku keberadaan taman tersebut menjadi potensi bagi desa, khususnya pada peningkatan perekonomian warga. Pasalnya, kini warga bisa menjajakan beraneka ragam makanan dan minuman. “Tentunya kita selaku pemerintah desa sangat mendukung secara moril, karena ini sangat membantu juga pada peningkatan PADes (Pendapatan Asli Desa),” akunya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang Dadan Hendrayana mengungkapkan, wisata menjadi salah satu sumberdaya yang tidak akan pernah habis selama dikelola dan dirawat dengan baik. Kunjungan tersebut juga sebagai bentuk apresiasi. Pihaknya juga mengaku akan membantu promosi dan pemasaran wisata Taman Kincir itu untuk lebih banyak dikunjungi warga, sehingga dapat meningkatkan pendapatan. “Kita juga sedang menggarap Perda Desa Wisata, kita juga sudah mengunjungi beberapa desa wisata di wilayah lainnya juga, dan ini akan kita pantau perkembangannya,” paparnya.

Masih dikatakannya, kunjungan yang dilakukan sekaligus menghimbau para pengelola untuk tetap menjaga protokol kesehatan, sehingga dapat meminimalisir terjadinya penyebaran covid-19. “Sejauh ini baik sih, tadi saat masuk saja kita diarahkan untuk mencuci tangan, menyemprot tangan dengan hand sanitizer serta mewajibkan pengunjung untuk selalu menggunakan masker. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik dan Desa Tamelang, agar bisa mengembangkan potensi desa yang ada ini,” pungkasnya. (mal)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *