90 Pengendara Terjaring Razia Masker

DISANKSI MENGUCAPKAN PANCASILA: Dua orang pengendara yang kedapatan tidak mengenakan masker saat melintasi Terminal Klari, dihukum mengucapkan Pancasila, Kamis (17/9).

Dihukum Ucapkan Pancasila, Banyak yang Tak Hafal

KLARI, RAKA – Operasi yustisi menjaring pengendara tak bermasker terus dilakukan di Kecamatan Klari. Hal itu dilakukan untuk menekan dan mencegah paparan virus corona.

Kapolsek Klari AKP Ricky Adipratama mengatakan, penjaringan pengendara tak bermasker terus dilakukan selama 14 hari kedepan di beberapa titik di wilayah Kecamatan Klari. “Untuk saat ini kita lakukan di Terminal Klari, seperti biasa operasi ini kita lakukan dengan Muspika Klari,” ucapnya kepada Radar Karawang, Kamis (17/9).

Ia menambahkan, pada operasi yustisi yang dilakukan sejak pukul 08.30, itu sedikitnya 90 pengendara terjaring tidak menggunakan masker. “Kurang lebih kita lakukan operasi selama satu jam itu sudah menjaring 90 orang pengendara yang kita hentikan, karena tidak menggunakan masker,” tambahnya.

Ia mengaku, berbagai sanksi sosial dan sanksi fisik diberikan kepada pengendara tak bermasker, mulai dari push up, bersih-bersih sampai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pengucapan Pancasila. “Mayoritas saat diminta mengucapkan Pancasila, pengendara tidak hafal dan tidak berurutan. Tentunya ini juga sebagai momen untuk mengedukasi warga dalam memahani dasar-dasar kenegaraan,” akunya.

Masih dikatakannya, setelah mendapat hukuman, pengendara tak bermasker diberikan masker untuk digunakan, sehingga warga tidak beralasan tidak menggunakan masker saat berkendara atau beraktifitas di luar rumah. “Saat kita hentikan saja mereka beralasan tidak punya masker dan lupa. Maka kita berikan masker dan kita himbau bahwa keberadaan covid-19 ini perlu kita antisipasi, minimalnya menggunakan masker saat di luar rumah,” pungkasnya.

Hal serupa juga terjadi depan Fave Hotel Karawang, Jalan Pasar Jati, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis (17/9). Banyak pengendara motor yang terjaring razia karena tidak mengenakan masker.

Salah satu warga yag terjaring razia masker ialah Amir (28). Pagi kemarin ia berangkat dari rumahnya di Pangkalan menuju arah kota. Ia yang saat itu mengendarai sepeda motor diberhentikan petugas karena tidak memakai masket. Ia memilih push up sebagai sanksi sosial diterimanya. “Ngga ada, gak punya, nanti pakai masker terus,” ucapnya setelah diberi masker gratis oleh petugas.

Selain tak punya masker, alasan yang kerap dilontarkan warga adalah lupa. Padahal mengenai pentingnya pakai masker ini sudah sering disosialisasikan. Sebab itulah operasi razia masker seperti ini dilakukan untuk mengingatkan kembali masyarakat. “Alasan masyarakat terkadang lupa, supaya mereka ingat pakai masker kita kasih sanksi baca Pancasila, lagu Indonesia Raya, atau push up, jadi supaya mereka mengingat pentingnya masker dan nanti kalau mereka keluar rumah lagi setidaknya mereka ada usaha mengenakan masker daripada kena sanksi,” terang IPDA Suherlan yang menjadi pandal dalam operasi kemarin.

Suherlan menuturkan operasi ini telah dilaksanakan sejak Selasa lalu yang memang dilakukan serentak se-Kabupaten Karawang selama satu pekan. Namun untuk wilayah Kecamatan Telukjambe Barat rencananya operasi ini akan berlangsung selama dua pekan. Operasi ini melibatkan Polsek Telukjambe Barat, Koramil 0411 Telukjambe, Satgas BPBD, Puskesmas Wanakerta dan aparatur Pemerintah Kecamatan Telukjambe Barat.

Sementara itu Kasi Trantib Kecamatan Telukjambe Barat Ocang menyampaikan operasi razia masker tidak hanya dilakukan di satu titik. Sebelumnya operasi serupa juga dilakukan di simpang Pasar Jati, adapun hari ini rencananya operasi dilakukan di Dusun Kobakbiru. Hal ini agar sosialisasi yang disampaikan diterima masyarakat lebih merata. “Kalau di sini terus kan nanti bisa saja warga pakai masker pas lewat sini saja karena ada razia,” ucapnya. (mal/din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *