Dua Perusahaan di Klari Diduga Cemari Lingkungan

KLARI, RAKA – Warga perumahan Bumi Kosambi Permai (BKP) melayangkan surat keberatan kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana atas operasinya PT. CROWN dan PT. K2II yang berada di Kampung Jatirasa, Desa Duren, Kecamatan Klari. Pasalnya dua perusahaan tersebut diduga telah melakukan pencemaran lingkungan.

Salah seorang warga BKP, Darti (50) mengatakan, surat yang dilayangkan kepada bupati tersebut menolak keberadaan PT K2II karena adanya pembuangan limbah cair ke median lingkungan. Sedangkan PT. CROWN ditolak karena debu pekat yang dihasilkan pabrik mencemari lingkungan dan suara bising yang dirasa mengganggu.

Debu yang berterbangan dari pabrik arang membuat nafas sesak. Debu juga menyebabkan telapak kaki dan pakaian yang dijemur menjadi kehitaman. Selain itu ia mengeluhkan bau menyengat yang ditimbulkan pembuangan limbah pabrik pengolahan minyak kotor. “Itu bau asem banget, kemarin-kemarin tuh lagi musim hujan, baunya kaya bau septic tank,” tuturnya.

Hal senada juga diuangkapkan oleh warga BPK lainnya, Yosep (30), menurutnya limbah cair dari pabrik minyak kotor berbau tengik. “Baunya seperti bau minyak, tapi tidak karuan,” ungkapnya.

Sekjen Komunitas Pejuang Lingkungan Indonesia (KPLI) menyampaikan, Rukman mengatakan, PT. CROWN merupakan perusahaan yan mempoduksi arang, adapun PT. K2II adalah perusahaan yang kegiatannya awalnya adalah produksi sabun namun saat ini diduga mengolah minyak jalantah/minyak kotor. Dirinya bersama warga melayangkan surat kepada bupati berdasarkan adanya temuan dugaan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kedua perusahaan tersebut. Dia mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang agar bertindak cepat terhadap masalah ini. “Dimana ada keberatan dari warga terhadap perusahaan, dinas harus kooperatif dan proaktif. Dimana ada praduga pencemaran, dinas harus cepat tanggap dan berkewajiban membuktikan melalui uji lab,” katanya saat diwawancarai di Kantor Sekretariat KPLI.

Ia juga mengatakan, dinas yang berwenang mesti melakukan kajian ulang terhadap dua perusahaan tersebut termasuk mengenai persoalana perizinan. Namun saat ini belum ada informasi ril mengenai tanggapan dinas terkait masalah ini. “Kalau nanti belum ada tanggapan juga, kemungkinan besar masalah ini akan kami serahkan ke BPLH Provinsi,” tambahnya.

Sementara Camat Klari Mamat Rachmat mengatakan, permasalahan ini sedang dalam proses penindakan. PT CROWN yang sedang dalam proses perizinan diharapkan segera mencapai titik sepakat dengan warga. “PT. K2II sudah kita laporkan ke DLHK mengenai dugaan pencemaran lingkungan,” tambahnya.

Pihak PT. CROWN, Nana saat dimintai keterangan mengatakan, masalah tersebut sebetulnya masalah lama. Ia menyatakan bahwa perusahaannya telah melakukan perundingan dengan warga dan dinas terkait serta pihak kepolisisan. Masalah tersebut sudah ditindaklanjuti dan sudah diselasaikan oleh pihak perusahaan. “Permasalahan abu sudah diperbaiki mesinnya sejak bulan 1 tahun ini, kita sudah bikin blower, jadi abu itu masuknya ke blower semua sebagai penampungan,” jelasnya.

Ia juga menyatakan mengenai masalah bising sudah ada pernyataan dari dinas terkait bahwa level kebisingan perusahaannya masih di batas aman. “Kalau masih ada air hitam di saluran, itu hanya dari bekas cuci tangan para karyawan,” jelasnya.

Adapun sampai berita ini diterbitkan, pihak PT. K2II masih sulit untuk dimintai keterangan. (mg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here