Orang Tua Siswa Dikumpulkan

RAPAT: SDN Kiarapayung kumpulkan orang tua siswa untuk membahas pelaksanaan PTM. Hanya saja, sekolah belum bisa memastikan pelaksanannya karena menunggu persetujuan pemerintah daerah.

SDN Kiarapayung Siapkan Tatap Muka

KLARI, RAKA – Orang tua siswa meminta kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan kembali. Saat ini SDN Kiarapayung, Kecamatan Klari tengah melakukan rapat bersama orang tua siswa. Kepala SDN Kiarapayung Suwangsih mengatakan, sudah beberapa kali pihak orang tua siswa mendatangi sekolah untuk mempertanyakan kapan kegiatan PTM dilakukan kembali secara tatap muka. Menurutnya, orang tua sudah merasa kebingungan karena anak-anaknya menghabiskan waktunya untuk bermain. “Katanya sudah bingung anaknya main terus, bahkan tidak membuka buku belajar sama sekali,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Selasa (7/9).

Karena desakan dari para orang tua siswa, lanjutnya, kini ia melaksanakan rapat bersama orang tua untuk mensosialisasikan mekanisme PTM dan menghitung resiko apabila PTN dilaksanakan. Pada rapat tersebut orang tua akan diminta kesiapan untuk memfasilitasi protokol kesehatan bagi anak-anaknya. “Karena kita masih patuh dengan kebijakan kabupaten, walaupun sudah ada kelonggaran dari Pemerintah Pusat dan Jawa Barat,” tambahnya.

Saat ditemui di halaman sekolah, orang tua siswa SDN Kiarapayung yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan, kegiatan PTM sudah selayaknya kembali diterapkan. Ia meyakini, diliburkannya kegiatan PTM tidak membuat sisw berdiam diri di rumah, bahkan siswa malah menghabiskan waktunya untuk bermain bahkan memperbesar potensi pergaulan bebas pada siswa. “Yang ada siswa malah sibuk maen, baik siswa SD, SMP sampai SMA,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah kabupaten untuk segera mengambil langkah terkait pendidikan di Kabupaten Karawang, dengan menerapkan kembali aktifitas pembelajaran tatap muka meskipun harus menerapkan protokol kesehatan. “Saya kira bukan saya saja yang menginginkan siswa belajar tatap muka. Yang namanya orang tua pasti pusing kalau Daring ini malah membuat siswa sibuk main,” katanya.

Saat dihubungi melalui via telfon, Koorwilcambidik Klari Ali Suhali mengungkapkan, tidak dipungkiri bahwa kegiatan tatap muka memang menjadi harapan orang tua siswa. Namun ia tetap mengimbau kepada sekolah untuk tidak melakukan PTM sampai pemerintah kabupaten mengizinkan. “Kalau memang sekolah tetap ngotot karena permintaan orang tua, maka harus diperhitungkan resikonya,” pungkasnya. (mal)