Pecinta Merpati Bukan Sekadar Hobi

KERJASAMA: Direktur Kurikulum, Sarana Prasarana, Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, Dr. H. A. Umar, MA (kiri) bersama Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto (kanan) pada penandatanganan nota kesepahaman tentang pemanfaatan layanan telekomunikasi dan informasi untuk mendukung program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh di Jakarta, Senin (14/9).

PURWASARI, RAKA – Jika sudah cinta, apapun dilakukan. Termasuk memelihara burung merpati yang cukup digandrungi masyarakat Karawang. Banyaknya kegiatan lomba membuat hobi ini banyak peminat. Salah satunya adalah kelompok pecinta merpati yang menjuluki diri dengan Purwasari Team.

Salah satu pecinta burung merpati, Risdianto (30) menuturkan, dia mulai serius menggeluti hobinya sejak 2019 lalu. Ketertarikannya kepada burung merpati sebab sejak kecil ia memang kerap bermain burung merpati bersama sang ayah. “Kalau dulu waktu kecil kan cuma ikut-ikutan saja, kalau sekarang perawatannya lebih serius,” tuturnya.

Baginya keindahan bulu burung merpati memiliki daya tarik tersendiri. Merpati juga memiliki karakter yang berbeda-beda, hal itu menjadi tantangan untuk merawatnya. Karena itu cara perawatannya setiap merpati berbeda-beda. Misalnya merpati yang manja mesti benar-benar diperhatikan, ada pula yang cukup diliarkan (diumbar). “Merpati itu trahnya ngaruh, istilahnya turunannya itu kalau indukannya bagus biasanya anakannya bagus,” terangnya.

Meski ia terbilang pemula dalam hobi burung merpati, namun nampaknya ia serius menggeluti hobinya ini. Bahkan ia juga membuat chanel youtube “MerpatikuWaniNgeyel” dengan konten seputar merpati, seperti kegiatan lomba, profil pecinta merpati yang ia sebut gerebek kandang. Ia sendiri saat ini mempunyai enam pasang merpati yang sebagian menjadi pemain dan sebagian untuk diternakan.

Pria yang akrab disapa Onay ini menyampaikan, banyak jenis permainan merpati, diantaranya merpati kolong, merpati balap, dan merpati tomprang. Merpati kolong mempertandingkan ketangkasan burung untuk menukik di udara dan memasuki area berbentuk kotak. Adapun merpati balap mempertandingkan kecepatan terbang dari titik tertentu sampai garis finish. Sedangkan merpati tomprang mempertandingkan kecepatan merpati dari titik tertentu menuju masing-masing kandangnya.

Pecinta burung merpati lainnya, Ricky Dwi (29) bercerita menggemari merpati sejak SD dan mulai serius menggeluti hobinya saat SMP. Banyaknya event perlombaaan atau latihan bersama merupakan hal yang berkesan baginya, sebab dapat mempererat silaturahmi sesama pecinta merpati. Rasa degdegan saat lomba adalah sensasi dan punya kepuasan tersendiri. “Karena di Karawang persaingannya itu sangat kompetitif, burung-burungnya sudah sangat terlatih, pastinya sangat senang apalagi kalau sampai juara,” tutur pria yang akrab disapa Ngkok alias Iki.

Sementara Catur Hari Prasetyo (31) mengungkapkan, merawat merpati tak jauh dengan cara merawat burung lainnya. Seperti menjemur burung di bawah sinar matahari mulai pukul 8 pagi hingga 10 pagi. Kebersihan kandang juga mesti diperhatikan, agar merpati tetap nyaman dan terhindar dari penyakit. “Air minum harus rutin diberi, makanan tambahan juga harus rutin seperti milet dan lainnya,” pungkasnya. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *