
radarkarawang.id – Pembangunan jembatan Ciselang dimulai lagi, rumah warga yang terdampak proyek sudah dibongkar namun kompensasi tak kunjung cair. Warga ancam mau hentikan pembangunan Jembatan Ciselang.
Pemilih bangunan di lahan pribadi dapat kompensasi Rp2,7 juta per meter sementara bangunan yang berada di tanah PJT kompensasi sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta
Warga kampung Ciselang RT 03, RW 10 Desa Ciselang Uji Sugandi (58) mengatakan, beberapa bulan lalu lahan pribadinya kena gusur dampak dari pembangunan jembatan baru Ciselang, namun sampai saat ini kompensasi yang dijanjikan oleh pemerintah Kabupaten Karawang tak kunjung direalisasikan.
“Sudah beberapa bulan ini cuma dapat janji palsu dari pemerintah Kabupaten Karawang,” katanya, kepada Radar Karawang, Kamis (18/12)
Ia membeberkan, satu hari lalu ia bersama warga lainya sempat akan menghentikan paksa proyek jembatan baru tersebut, namun pihak Dins PUPR mendatanginya lokasi dan kembali mengurus berkas pengajuan kompensasi yang dinilai masih ada kekurangan.
”Kita sangat berharap dari uang kompensasi itu, karena semenjak digusur kita tidak punya pendapatan karena lahan yang digusur merupakan mata pencaharian kita,” paparnya.
Ia mengecam, jika satu minggu ini belum ada kejelasan mengenai uang ganti rugi tersebut, ia dengan calon penerima kompensasi lainya akan menutup sementara proyek tersebut. “Kita juga butuh makan, kalau tidak ada kejelasan juga kita akan bertindak tegas,” ucapnya.
Sementara itu, Staf Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupten Karawang Haerul mengatakan, saat ini Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR tengah fokus pada percepatan pencairan uang kompensasi yang menjadi hak warga. Kamis (18/12) ini pemberkasan terus dilengkapi kemudian akan dimasukan ke BPKAD.
“Kita usahakan berkasnya bisa selesai beberapa hari ini, kemudian akan kita masukan ke BPKAD,” ungkapnya.
Ia juga memperkirakan, setelah berkas pengajuan masuk ke BPKAD maka akan diproses selama beberapa hari kerja, kemudian uang kompensasi akan dikirim langsung ke rekening penerima. ”Kalau sudah masuk paling dua sampai tiga hari kerja sudah cair,” tutupnya. (zal)



