Kualitas Proyek Dipertanyakan, Jembatan Wancimekar-Pucung Kotabaru Rusak Lagi Padahal Baru Dibangun

KOTABARU, RAKA – Warga keluhkan kualitas jembatan penghubung Wancimekar-Pucung, Kecamatan Kotabaru. Pasalnya, belum lama dibangun sudah rusak lagi pada bagian sambungan antara badan jalan dan konstruksi jembatan. Kerusakan tersebut memicu kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi membahayakan para pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian penghubung antara jalan dan jembatan tampak mengalami kerusakan. Celah yang terbentuk terlihat cukup jelas sehingga memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan agar tidak kehilangan kendali saat melintas.
Sejumlah warga mengaku kecewa, sebab infrastruktur yang baru dibangun seharusnya masih dalam kondisi baik. Mereka berharap ada perhatian serius dari pihak terkait sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan korban.
Baca Juga : Bupati Aep Syaepuloh Jamin Pekerjaan dan Beasiswa untuk Anak Korban Kecelakaan Bendasari
Salah seorang pengguna jalan, Junaedi (35), warga Desa Wancimekar, mengatakan dirinya harus ekstra hati-hati setiap kali melintasi jembatan tersebut.
“Setiap hari saya lewat sini untuk mengantar adik kerja. Awalnya jembatan ini bagus dan sangat membantu akses kami. Tapi sekarang sambungan jalannya sudah rusak. Kalau tidak pelan-pelan, motor bisa oleng. Apalagi kalau malam hari, penerangan juga terbatas, jadi kerusakannya kurang terlihat,” ujarnya, Selasa (17/3).
EPAPER RADAR KARAWANG – UPDATE SETIAP HARI
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berisiko, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari cukup banyak melintas di jalur tersebut. Ia khawatir jika tidak segera diperbaiki, kerusakan akan semakin melebar dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Takutnya nanti makin dalam atau makin lebar. Kalau sampai ada yang jatuh, apalagi anak sekolah atau ibu-ibu yang bawa anak, tentu kasihan. Harapan kami segera ada perbaikan sebelum menimbulkan korban,” terangnya.
Hal senada disampaikan Suryana (40), warga Desa Wancimekar, yang rutin melintasi jembatan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini akses penting bagi kami. Kalau tidak ada jembatan ini, harus memutar cukup jauh. Tapi sekarang jadi waswas setiap lewat karena sambungannya sudah tidak rata. Motor terasa menghentak saat naik ke jembatan,” katanya.
Suryana juga mempertanyakan kualitas pekerjaan pembangunan jembatan yang dinilai belum lama selesai namun sudah menunjukkan kerusakan.
“Kami sebagai warga tentu berharap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah itu benar-benar kuat dan tahan lama. Jangan baru dipakai sebentar sudah rusak seperti ini. Kami minta instansi terkait turun langsung mengecek dan segera melakukan perbaikan,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang Rusman, belum memberikan keterangan terkait kerusakan jembatan tersebut. (zal)



