GERBANG SEKOLAH

Mahasiswa UBP Lakukan Pembinaan UMKM

PURWASARI, RAKA – Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang lakukan pembinaan pada usaha telur asin dan kripik diwilayah Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan tugas KKN.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UBP Karawang Trias Arimurti, SE., M.Ak mengatakan, Tri dharma perguruan tinggi merupakan kewajiban seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Ketiga dharma tersebut meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat adalah dengan adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan didampingi dosen. Kegiatan KKN pada kondisi normal, biasanya mahasiswa menyebar ke desa-desa sasaran sehingga dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat. Pada awal tahun 2020, Indonesia dilanda pandemi

COVID-19 sehingga di tahun tersebut KKN dilaksanakan secara online. Kamis, 01 Juli 2021, Presiden Joko Widodo mengumumkan pelaksanaan kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terhitung mulai tanggal 03 sampai dengan 20 Juli 2021 Jawa – Bali dikarenakan angka penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut tidak terkecuali Kabupaten Karawang termasuk ke dalam zona dengan risiko tinggi (zona merah). Untuk itu, berdasarkan arahan dari SATGAS COVID-19 Kabupaten Karawang yang berkoordinasi dengan Sekertaris Daerah dan Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, bahwa untuk KKN tahun ini masih dilaksanakan secara online dimana mahasiswa tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan atau program kerja yang berinteraksi dengan masyarakat langsung apalagi membangun posko di desa sasaran. Maka UBP Karawang mengubah metode kegiatan KKN Hybrid (Offline-Online) menjadi KKN UBP Online. KKN UBP Online dilaksanakan di 90 desa dan kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, salah satunya di Desa Purwasari, Kec. Purwasari. Adapun tema dari KKN UBP Online 2021 adalah Sinergi Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan Di Era New Normal. “Untuk program kerja mahasiswa ada dua ya, terdiri dari program kerja kelompok dan individu. Program kerja kelompok yaitu UMKM Binaan baik UMKM yang sudah ada ataupun yang berpotensi sebagai unit usaha/UMKM, sedangkan program kerja individu yaitu mengkaji potensi desa berdasarkan keilmuan program studi masing-masing.” ucapnya kepada Radar Karawang. Minggu (20/7)

Sementara itu, Sekdes Purwasari Suherman menyatakan, menindak lanjuti surat ijin dari pihak LPPM UBP Karawang, pihaknya menyampaikan amanat dari Kades Purwasari bahwa menerima ketujuh belas mahasiswa UBP Karawang untuk melaksanakan kegiatan KKN di Desa Purwasari.”insya Allah kami siap membantu adik-adik mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan KKN di desa kami, salah satu agenda kegiatan yang dilakukan secara kelompok pada KKN UBP ini adalah pembinaan UMKM yang berada di wilayah desa Purwasari. Berdasarkan data UMKM yang tercata di Desa Purwasari, terdapat dua UMKM yang akan dilakukan pembinaan pada KKN UBP kali ini. Dua UMKM ini antara lain Telur Asin EGG, dan Keripik Ibu Nami,” katanya.

Mahasiswa UBP Syarief Mengungkapkan, Telur Asin EGG adalah salah satu produk UMKM yang dibina oleh mahasiswa KKN UBP secara Online. Usaha Telur Asin EGG sudah dimulai dari tahun 2012 akan tetapi sampai saat ini, produk telur asin ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat.”Karena promosinya hanya melalui dari mulut ke mulut saja,” akunya.

Untuk itu dalam rangka pembinaan UMKM, mahasiswa KKN UBP membantu dalam mempromosikan produk telur asin secara online, tentunya untuk membantu para pelaku UMKM yang ada di desa tersebut dengan mempromosikan produk telur asin ini di berbagai platform bisnis online seperti Shopee, Tokopedia ataupun media sosial seperti Instagram dan Facebook.” terangnya.

UMKM yang terakhir adalah UMKM Keripik. Menurut Ibu Nami selaku pemilik dari UMKM Keripik, UMKM miliknya memang belum memiliki merk atau brand, sedangkan merk atau brand menjadi bagian penting karena menjadikan identitas dari produk yang dipasarkan. Untuk itu, mahasiswa KKN UBP mengusulkan kepada Ibu Nami dalam menentukan nama merk dari produknya. “Diharapkan dengan adanya nama merk ini, produk Keripik Ibu Nami dapat dikenal oleh masyarakat Karawang sehingga dapat membantu meningkatkan omset dari UMKM Keripik ini” pungkasnya. (mal)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button